Kupang – Demi memastikan kelancaran dan keamanan pertandingan final El Tari Memorial Cup (ETMC) 2025, jajaran Polresta Kupang Kota tidak tinggal diam. Kasat Lantas Polresta Kupang Kota, Kompol Sudirman, S.Sos, bersama Kapolsek Kota Raja, AKP Leyfrids D. Mada, S.H, turun tangan langsung dengan menggelar koordinasi bersama pengelola parkir, panitia acara, dan Karang Taruna.
Pertemuan strategis ini digelar di Wisata Kuliner Oepoi, Jalan W.J Lalamentik, Kelurahan Oebufu, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, pada Sabtu (22/3/2025). Hadir pula Kanit Reskrim Polsek Kota Raja, Ipda Frid Sia, S.H, Bhabinkamtibmas Kelurahan Oebufu, Aipda Nusrianto Kalakik, serta Dikson Haba selaku Ketua Panitia ETMC 2025. Tidak ketinggalan Wens Abi, Ketua Karang Taruna Kelurahan Oebufu, serta sejumlah penanggung jawab pengelolaan parkir seperti Piter Maumeta, Nelson, Takaeb, dan Ronal Pah.
Kasat Lantas Kompol Sudirman langsung menegaskan langkah-langkah strategis guna mengurai potensi kemacetan yang dapat melumpuhkan arus lalu lintas di sepanjang Jalan W.J Lalamentik, terutama saat laga final Minggu (23/03/2025).
“Kami tidak mau ada parkir liar yang mengacaukan arus lalu lintas. Pengelola parkir harus segera mencari lahan kosong di sekitar Stadion Oepoi untuk dijadikan area parkir alternatif. Jangan sampai kendaraan memenuhi badan jalan dan menghambat mobilitas warga,” tegasnya dengan nada serius.
Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa panitia penyelenggara wajib menyediakan lahan parkir di dalam area stadion guna menampung kendaraan suporter dan tamu undangan. Tidak hanya itu, kendaraan yang tetap harus diparkir di sepanjang jalan akan diatur dengan ketat agar hanya berada di satu sisi demi menghindari penyempitan jalur.
“Kami sudah siapkan personel lalu lintas untuk mengatur arus kendaraan saat babak final. Tapi kalau pengelolaan parkirnya amburadul, jangan salahkan kami kalau nanti ada tindakan tegas,” imbuhnya.
Senada dengan Kasat Lantas, Kapolsek Kota Raja AKP Leyfrids D. Mada, S.H, turut mengingatkan pentingnya sinergi dalam pengelolaan parkiran. Ia menyoroti potensi konflik yang bisa muncul akibat parkir sembarangan.
“Jangan sampai parkiran jadi pemicu konflik di lapangan! Karang Taruna harus aktif membantu dalam menata parkiran dan menjaga keamanan selama pertandingan berlangsung. Jika ada gesekan di lapangan karena masalah sepele seperti parkir, itu akan sangat memalukan,” tegas AKP Leyfrids.
Ia pun menekankan perlunya koordinasi dengan pemilik lahan kosong di sekitar stadion agar penataan parkir lebih tertib dan tidak mengganggu arus lalu lintas.
Sebagai bentuk keseriusan, Ketua Karang Taruna Kelurahan Oebufu, Wens Abi, bersama pengelola parkir menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama dengan pihak kepolisian. Mereka berkomitmen untuk menjaga keteraturan dan keamanan selama pesta final berlangsung.
Langkah Cepat, Antisipasi Cerdas: Solusi Atasi Kemacetan
Dalam pertemuan ini, disepakati sejumlah langkah konkret untuk memastikan laga final ETMC 2025 berjalan tanpa kendala:
- Penyediaan lahan parkir alternatif – Panitia diminta segera berkoordinasi dengan pemilik lahan kosong di sekitar stadion.
- Penataan parkir di dalam stadion – Panitia wajib mengoptimalkan area parkiran di dalam stadion untuk mengurangi kepadatan kendaraan di luar.
- Pengaturan kendaraan di sepanjang jalan – Roda dua dan roda empat hanya boleh parkir di satu sisi jalan untuk menghindari penyumbatan arus.
- Penempatan personel lalu lintas – Polisi akan disiagakan di titik-titik rawan kemacetan untuk mengontrol arus kendaraan.
- Koordinasi dengan Dinas Perhubungan – Langkah ini dilakukan untuk mencari solusi terbaik terkait manajemen parkir.
Menutup pertemuan, Kasihumas Polresta Kupang Kota, Ipda Florensi Ibrahim Lapuisaly, menegaskan bahwa langkah antisipatif ini diambil bukan sekadar formalitas, tetapi sebagai upaya nyata dalam menciptakan kelancaran dan kenyamanan bagi semua pihak.
“Kepadatan kendaraan yang tidak teratur bisa memicu konflik. Ini bukan sekadar soal kemacetan, tapi juga soal kenyamanan dan keamanan. Dengan kerja sama antara kepolisian, panitia, pengelola parkir, dan masyarakat setempat, kami optimis laga final ETMC 2025 bisa berlangsung dengan lancar, aman, dan tertib,” ujar Ipda Florensi yang akrab disapa Franky.
Final El Tari Memorial Cup 2025 bukan hanya sekadar ajang perebutan juara, tetapi juga menjadi ujian kedewasaan bagi warga Kota Kupang dalam menjaga ketertiban. Jika semua pihak patuh pada aturan yang telah disepakati, maka pertandingan bisa berjalan lancar dan meriah.
Sebaliknya, jika kesemrawutan dibiarkan, maka bukan tidak mungkin final yang seharusnya menjadi perayaan sepak bola justru berubah menjadi ajang kekacauan. Semua mata kini tertuju pada bagaimana warga Kota Kupang menjalankan komitmen ini.
Satu hal yang pasti, polisi tidak akan tinggal diam. Jika ada yang mencoba merusak ketertiban, siap-siap berhadapan dengan tindakan tegas aparat!

Tinggalkan Balasan