Kupang,– Balai Lelang Flobamora di bawah kepemimpinan Ir. Theodorus Widodo terus menunjukkan langkah progresif dalam menghadirkan layanan yang lebih luas bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur. Kini, lembaga yang selama ini dikenal sebagai penyelenggara lelang eksekusi, lelang hak tanggungan, dan lelang barang masyarakat ini resmi berekspansi ke dua sektor baru: agen properti dan promosi barang antik serta karya seni.
Kabar ini disampaikan langsung oleh Direktur Operasional Balai Lelang Flobamora, Mulyadi Karolinus, dalam konferensi pers di Kantor Balai Lelang Flobamora, Ruko Tarzan, Jalan Timor Raya KM 6, Oesapa Barat, Kota Kupang, Senin (21/7/2025). Didampingi admin Balai, Henci Ndolu, Mulyadi memaparkan sederet inovasi yang kini telah berjalan dan siap diakses masyarakat.
“Kami tidak menghilangkan tugas pokok sebagai balai lelang. Proses lelang eksekusi dan sukarela tetap berjalan sesuai izin Kementerian. Namun kini kami juga hadir sebagai agen properti untuk membantu masyarakat Kupang dan NTT memasarkan aset seperti rumah dan tanah secara lebih profesional,” jelasnya.
Agen Properti Berbasis Digital, Transaksi Hingga Puluhan Miliar
Mulyadi mengungkapkan, Balai Lelang Flobamora kini telah aktif di berbagai platform properti digital terkemuka seperti Lamudi, OLX, hingga media sosial. Tujuannya untuk menjangkau lebih banyak calon pembeli di luar NTT, bahkan hingga skala nasional.
Pendekatan ini terbukti efektif. Salah satu transaksi yang difasilitasi Balai berhasil membukukan nilai hingga Rp15 miliar, sebuah capaian yang menjadi tonggak baru dalam sejarah lembaga ini.
“Kami memanfaatkan teknologi untuk memperluas pasar. Dengan sistem berbasis keberhasilan, klien tidak perlu mengeluarkan biaya di awal. Komisi hanya dibayarkan setelah transaksi sukses,” tegas Mulyadi.
Promosi Barang Antik dan Karya Seni, Gandeng Kolektor dan Galeri
Tak hanya properti, Balai Lelang Flobamora juga membuka layanan promosi barang antik dan seni. Bekerja sama dengan kolektor dan galeri, mereka berencana memajang koleksi tersebut di galeri serta pusat keramaian setiap akhir pekan.
Langkah ini dinilai sebagai solusi atas kendala klasik yang dialami banyak kolektor: keterbatasan jaringan promosi. Melalui layanan ini, pemilik barang antik cukup menyerahkan deskripsi dan foto detail, sementara tim Balai memastikan proses kurasi dan pemasaran berjalan profesional.
“Harga awal ditentukan pemilik, lalu kami bantu kurasi melalui tim ahli untuk memastikan keaslian dan nilai historisnya. Transaksi tetap mengutamakan legalitas agar pembeli dan penjual sama-sama terlindungi,” jelasnya.
Legalitas Jadi Prioritas Utama
Dalam setiap transaksi, Balai Lelang Flobamora menjadikan aspek legalitas sebagai fokus utama. Mulai dari pengecekan sertifikat tanah, PBB, hingga dokumen pendukung lain dilakukan sebelum properti dipasarkan. Bahkan untuk aset yang belum bersertifikat, tersedia mekanisme khusus agar tetap dapat diproses secara sah.
“Kepercayaan pembeli sangat bergantung pada kejelasan surat-surat. Kami pastikan semua aspek legal beres sebelum barang tayang,” tegas Mulyadi.
Undangan untuk Masyarakat: Manfaatkan Aset dengan Optimal
Mengakhiri konferensi pers, Mulyadi mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan Balai Lelang Flobamora sebagai solusi pemasaran aset yang aman, cepat, dan efektif.
“Daripada rumah, tanah, atau barang antik hanya menjadi aset diam, lebih baik dipasarkan melalui kami. Dengan sistem berbasis keberhasilan, risiko minim, hasil maksimal, dan semua pihak terlindungi,” pungkasnya.
Masyarakat yang ingin mengetahui lebih lanjut dapat langsung mengunjungi kantor Balai di Ruko Tarzan, Jalan Timor Raya KM 6, Oesapa Barat, Kota Kupang, atau menghubungi admin melalui kontak resmi yang aktif setiap hari kerja pukul 08.00–16.00 WITA.(***).

Tinggalkan Balasan