Kupang – Setelah hampir enam tahun terhenti, Bank NTT akhirnya siap kembali menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Kebijakan ini menjadi angin segar bagi pelaku UMKM di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang selama ini kesulitan mendapatkan akses permodalan.
Dihentikannya penyaluran KUR sejak 2019 bukan tanpa alasan. Tingginya angka kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) membuat Kementerian Koperasi dan UKM mencabut kewenangan Bank NTT dalam menyalurkan kredit bersubsidi tersebut. Kini, setelah melalui berbagai pembenahan, Bank NTT optimis bisa kembali dipercaya.
“Kami berkomitmen untuk membantu UMKM bangkit dan berkembang. Saat ini, kami sedang memperkuat sistem agar penyaluran KUR lebih tepat sasaran dan bebas dari masalah yang sama di masa lalu,” ujar Frans Bolitobi, Kepala Divisi Corporate Secretary & Legal Bank NTT, dalam diskusi bersama Mitra Media di Sonaf Room Suba Suka Resto, Kupang, Jumat (31/1/2025).
Frans menegaskan, Bank NTT menargetkan penyaluran KUR dimulai kembali pada 2025 atau paling lambat 2026. Dengan lebih dari 2.000 pegawai, Bank NTT siap mendukung ekosistem perbankan yang lebih sehat dan inklusif.
Keputusan ini menjadi harapan baru bagi ribuan UMKM yang selama ini kesulitan berkembang akibat minimnya akses permodalan. Namun, tantangan terbesar Bank NTT bukan hanya sekadar menyalurkan dana, melainkan memastikan pengelolaan kredit berjalan sehat, transparan, dan tidak kembali terjerumus ke jurang NPL tinggi.
Kini Bank NTT benar-benar siap menebus kesalahan masa lalu, dan ini hanya janji manis. Yang pasti, pelaku UMKM butuh kepastian, bukan sekadar wacana.

Tinggalkan Balasan