“Kupang Darurat Banjir, Jalan Nasional Jadi Kolam Renang!”

Kupang – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Kupang sejak Kamis malam (30/1) kembali membuka borok lama: buruknya sistem drainase dan minimnya mitigasi bencana. Kali ini, luapan banjir di perbatasan Desa Oebelo dan Desa Tanah Merah, Kecamatan Kupang Tengah, membuat Jalan Timor Raya Km. 19 lumpuh total!

Arus kendaraan menuju dan keluar dari Kota Kupang macet parah, menghambat akses vital ke berbagai wilayah di Pulau Timor, termasuk TTS, TTU, Belu, Malaka, hingga Republik Demokratik Timor Leste (RDTL).

Kondisi darurat ini memaksa personel Satlantas Polres Kupang dan Polsek Kupang Tengah turun langsung ke lokasi. Kasat Lantas Polres Kupang, Iptu Arina Ekklesia Behi, S.H., memimpin timnya mengurai kemacetan dan membantu pengendara yang terjebak genangan.

Namun, pertanyaannya: di mana pemerintah daerah? Sampai kapan rakyat harus terus menghadapi banjir yang sama di titik yang sama setiap musim hujan?

Banjir ini bukan sekadar genangan. Ini adalah bencana infrastruktur yang menghancurkan akses ekonomi. Truk logistik, kendaraan pribadi, hingga motor mogok di tengah arus deras. ? perjalanan tertunda, dan keselamatan warga terancam.

Hingga berita ini diturunkan, kemacetan baru mulai terurai, tetapi genangan air masih tinggi di beberapa titik. Polisi terus bersiaga, sementara rakyat hanya bisa berharap solusi datang sebelum bencana berikutnya terjadi.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk:
-Hindari jalur dengan genangan tinggi
-Cari rute alternatif jika memungkinkan
-Pastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum berangkat
-Pantau cuaca sebelum bepergian

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *