Kupang,– Ada yang berbeda dari peringatan HUT ke-140 Kota Kupang tahun ini. Bukan sekadar seremoni atau pidato kaku di balik podium, Pemerintah Kota Kupang memilih merayakan otonomi daerah dengan menyentuh unit terkecil peradaban yakni Keluarga.
Rabu (6/5/2026), suasana haru menyelimuti Paroki St. Andreas Lasiana. Sebanyak 49 pasangan Katolik—dari total 101 pasangan lintas agama—resmi mengikat janji suci dalam program Nikah Massal yang diinisiasi pemerintah.
Namun, yang mencuri perhatian publik dan menjadi pembicaraan hangat adalah pernyataan filosofis Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo.
”Bukan Obor di Kantor Wali Kota”
Dalam sambutan yang kini viral di media sosial, dr. Christian melontarkan refleksi mendalam tentang esensi pembangunan yang seringkali terlupakan oleh para teknokrat.
”Kalau hari ini Kota Kupang bercahaya, itu bukan karena obor di kantor wali kota, tetapi karena lilin-lilin kecil yang menyala di keluarga-keluarga.Karena keluarga adalah fondasi utama membangun kota,” ujar dr. Christian Widodo disambut tepuk tangan riuh para mempelai dan tamu undangan.
Pesan ini seolah menampar tren pembangunan fisik yang masif namun seringkali mengabaikan ketahanan sosial.
Bagi Christian, kota yang hebat tidak diukur dari megahnya gedung pemerintahan, melainkan dari legalitas dan kebahagiaan setiap rumah tangga di dalamnya.
Melayani, Bukan Me
merintah
Wali Kota menegaskan bahwa program nikah massal ini adalah manifestasi dari prinsip “Memerintah adalah Melayani.”
Ia berkomitmen bahwa selama lima tahun ke depan, Pemerintah Kota akan terus hadir sebagai fasilitator bagi kebutuhan dasar warga, termasuk urusan administrasi kependudukan yang selama ini sering menjadi kendala bagi pasangan kurang mampu untuk meresmikan pernikahan.
Sinergi Lintas Sektoral:
Keberhasilan acara ini merupakan hasil kolaborasi apik antara:
Bagian Kesra Kota Kupang (Penyelenggara)
Dinas Dukcapil (Legalitas Dokumen)
Lembaga Keagamaan (Pemberkatan Sakramen)
Pastor Paroki St. Andreas Lasiana, RD Hironimus Nitsae, mengapresiasi kesabaran pemerintah dalam mendampingi umat. “Ini adalah bukti cinta pemerintah yang hadir langsung menjemput bola,” tuturnya.
Nikah massal hanyalah satu dari rangkaian kejutan “kado” untuk warga Kupang. Dalam skema pembangunan inklusifnya, dr. Christian Widodo juga mengumumkan beberapa program strategis lainnya:

Tinggalkan Balasan