“Bergaya Tanpa Moral! Mahasiswa Curi Uang Kolekte, Jaga Nafsu Judi di Aplikasi Michat”!

Kupang, 24 Januari 2025 – Seorang mahasiswa berinisial RL (21) kini menghebohkan publik setelah terbongkar aksi kejahatannya yang mencoreng moralitas di tempat yang seharusnya suci. Dalam sebuah tindakan yang memalukan, RL mencuri uang kolekte gereja bukan hanya sekali, tapi tiga kali!

Apa yang dilakukan RL? Ia mengambil uang kolekte yang seharusnya digunakan untuk kegiatan gereja dan masyarakat, dan malah menggunakannya untuk bermain judi online dan aplikasi Michat! Ternyata, hasrat pribadi lebih penting baginya daripada menjaga kepercayaan dan kehormatan sebuah rumah ibadah.

Pada 6 Januari 2025, RL mencuri kamera recorder Panasonic di gereja. Kemudian pada 23 Januari 2025, ia dengan tanpa rasa bersalah kembali mencuri kotak kolekte yang berisi uang tunai sekitar Rp3.500.000. Total kerugian gereja mencapai Rp10.000.000, uang yang bisa saja digunakan untuk kepentingan umat, namun malah dirampas oleh tangan yang tidak bertanggung jawab.

Pelaku yang sempat lolos, akhirnya berhasil ditangkap oleh polisi dalam waktu kurang dari 24 jam! Berbagai barang bukti seperti sepeda motor dan uang tunai hasil penjualan kamera recorder berhasil disita.

Kapolresta Kupang, Kombes Pol. Aldinan R.J.H Manurung, menyatakan, tindakan semacam inintidak bisa di biarkan begitu saja.

“Ini adalah tindakan yang tidak bisa dibiarkan begitu saja. Kami akan memastikan bahwa pelaku mendapat hukuman yang setimpal.”pungkas Aldinan Manurung.

Dikatakan bahwa saat ini pelaku di amankan bersama barang bukti di polsek maulafa untuk proses lebih lanjut.

Pertanyaannya: Sudah sejauh mana kita membiarkan moralitas terkikis di tengah masyarakat kita? Bagaimana bisa seseorang yang seharusnya memberi teladan justru merusak tempat yang seharusnya penuh kedamaian? Gereja yang seharusnya menjadi tempat suci malah jadi sasaran pencurian demi memenuhi nafsu pribadi yang merusak.

Kasus ini membuka mata kita semua: Jangan biarkan apapun, bahkan rumah ibadah, menjadi korban ketamakan dan kebobrokan moral!

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *