Hari Pers Nasional ke-80: Kontraktor Jalan Berbagi Kasih Bersama Anak Panti Asuhan Alma Oebufu

Kupang, —Di tengah peringatan Hari Pers Nasional (HPN) ke-80, sekelompok kontraktor dan mitra proyek jalan di Nusa Tenggara Timur memilih merayakannya dengan cara yang berbeda: berbagi kasih bersama anak-anak Panti Asuhan Alma Oebufu, Senin, 9 Februari 2026.

Suasana sederhana namun penuh kehangatan terasa di panti asuhan yang diasuh oleh Suster Martha Alma bersama para pengasuhnya. Sebanyak 28 anak, dengan 10 orang pengasuh, hidup dan tumbuh bersama di tempat ini—sekamar, semeja, dan sehidup sehari-hari dalam semangat kekeluargaan.

“Kami hidup bersama mereka. Ada yang sudah mandiri, ada yang belum. Yang belum mandiri, kami yang mengurus sepenuhnya,” tutur Suster Martha Alma, mewakili panti asuhan.

Menurutnya, anak-anak yang diasuh berasal dari latar belakang yang beragam. Sebagian adalah anak-anak normal, sebagian lainnya berkebutuhan khusus. Pendidikan mereka pun beragam—mulai dari SLB Baumata, SD Negeri, hingga SMP di sekitar panti asuhan.
Tak hanya pendidikan formal, anak-anak juga dibimbing secara rohani.

“Ada anak-anak yang membuat Rosario, berdoa bersama, dan belajar hidup saling menopang,” tambah Suster Martha.

Kegiatan berbagi kasih ini dihadiri oleh Viktor Sianto, didampingi Direktur PT Soe Mandiri Perkasa serta Bambang Gunawan, Direktur PT Alam Indah. Mereka datang bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga rasa syukur dan kebersamaan.

“Kami berterima kasih karena diterima sebagai bagian dari keluarga besar Panti Asuhan Alma Oebufu,” ujar Viktor Sianto.
“Meskipun ada banyak hambatan, kita tetap bersyukur karena hari ini kita bisa berbagi bersama keluarga yang ada di sini.”ujar Viktor.

Bagi mereka, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak hanya soal material secara fisik, tetapi juga tentang nilai kemanusiaan.

Sementara itu, PPK 1.1 BPJN NTT, Paul Hugo, menegaskan bahwa kebersamaan ini mencerminkan semangat kerja yang mereka bangun selama ini.

“Hari ini kami datang berkumpul bersama anak-anak dan semua saudara di sini. Kami terbiasa bekerja sama dalam proyek jalan, dan nilai kerja sama itu pula yang kami bawa ke dalam kehidupan sosial,” katanya.

Menurut Paul Hugo, pembangunan infrastruktur seharusnya berjalan seiring dengan kepedulian sosial, terutama kepada mereka yang hidup dalam keterbatasan.

 

Peringatan Hari Pers Nasional ke-80 di Panti Asuhan Alma Oebufu menjadi lebih dari sekadar seremoni. Ia berubah menjadi ruang perjumpaan antara pembangunan dan kemanusiaan, antara dunia kerja dan dunia kasih.

Di tempat sederhana itu, anak-anak, suster, pengasuh, kontraktor, dan pejabat duduk sekamar, semeja, dan sehati—membuktikan bahwa berbagi tidak selalu soal jumlah, tetapi tentang kehadiran dan kepedulian.

Di tengah hiruk-pikuk proyek dan target pembangunan, Panti Asuhan Alma Oebufu hari itu mengajarkan satu hal penting:
jalan yang paling bermakna adalah jalan menuju sesama manusia.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *