Kupang – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, turun langsung ke RSUD S.K. Lerik Kupang untuk memastikan penanganan maksimal terhadap puluhan siswa SMP Negeri 8 Kupang yang diduga mengalami keracunan makanan usai menyantap hidangan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (21/7/2025).
Dalam kunjungannya pada Selasa (22/7/2025), Wali Kota berdialog dengan tenaga medis dan memberikan dukungan moril kepada para siswa yang sedang menjalani perawatan. Beberapa siswa tampak mulai pulih, ceria, dan sudah bisa mengonsumsi makanan lunak yang disiapkan pihak rumah sakit.
“Pemerintah Kota Kupang memastikan seluruh biaya pengobatan para siswa ditanggung penuh oleh rumah sakit,” tegas dr. Christian kepada awak media.
Data sementara mencatat, sebanyak 66 siswa mengalami gejala keracunan, dengan 18 di antaranya masih dirawat intensif di RSUD S.K. Lerik. Beberapa siswa lain mendapatkan perawatan di RS Siloam dan RSU Mamami.
Wali Kota Christian mengungkapkan, tim medis dan dinas kesehatan bergerak cepat sejak laporan pertama diterima. Saat ini, sampel darah dan feses para siswa tengah diperiksa di laboratorium untuk memastikan penyebab pasti kejadian.
“Kami langsung turun begitu mendapat laporan. Tim medis sudah memberikan penanganan awal, sementara makanan lunak telah disiapkan untuk siswa yang masih dalam tahap pemulihan,” jelasnya.
Terkait keberlanjutan program MBG, Wali Kota menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh, terutama pada proses distribusi dan dapur penyedia makanan, tanpa menutup mata pada manfaat besar program tersebut bagi anak-anak.
“Program MBG adalah prioritas nasional yang terbukti bermanfaat. Namun, kita harus perketat pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang. Jangan buru-buru menyalahkan seluruh program hanya karena satu insiden,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu siswa kelas IX, Maria Sarlin Hithaubesi, menceritakan dirinya mengalami sakit perut setelah menyantap makanan di sekolah. Keluhan serupa juga dialami oleh beberapa teman sekelasnya.
Hingga kini, investigasi mendalam dan penanganan medis terus dilakukan. Pemerintah Kota Kupang menunggu hasil uji laboratorium sebagai dasar untuk menentukan langkah lanjutan.

Tinggalkan Balasan