“Imlek 2025: Kota Kupang Diguyur Hujan Deras, Perayaan Berbalut Genangan Air”

Kupang, – Perayaan Tahun Baru Imlek 2025 di Kota Kupang, Senin (27/1), diwarnai hujan deras yang mengguyur tanpa henti sejak pagi. Guyuran hujan ini menyebabkan sejumlah kawasan di kota ini tergenang air, mengganggu aktivitas warga yang hendak merayakan momentum spesial tersebut.

Beberapa jalan utama, seperti Jalan Soeharto dan Jalan El Tari, berubah menjadi aliran air deras, memaksa warga mengubah rencana. Perayaan yang biasanya dimeriahkan dengan barongsai dan kembang api di sejumlah titik harus ditunda karena cuaca ekstrem.

“Imlek kali ini benar-benar berbeda. Kami hanya bisa beribadah dan berkumpul di rumah karena genangan air membuat kami sulit bepergian,” ujar Lily Wong, warga Kelurahan Oebobo.

Tidak hanya menghambat perayaan, hujan deras juga memperparah banjir di beberapa lokasi yang selama ini menjadi langganan genangan. Warga Kelurahan Liliba dan Maulafa melaporkan bahwa rumah-rumah mereka mulai kemasukan air, sementara saluran drainase yang buruk justru mempercepat meluapnya air ke permukiman.

“Setiap kali hujan deras, kami selalu was-was. Ini bukan pertama kali terjadi, dan sepertinya tak akan jadi yang terakhir. Pemerintah harus segera memperbaiki drainase kota!” keluh Herman Tan, seorang tokoh masyarakat di Maulafa.

Meskipun demikian, semangat Imlek tetap menyala di hati warga Tionghoa di Kupang. Di beberapa tempat ibadah, seperti Vihara Buddha Dharma, doa-doa dipanjatkan untuk keberuntungan dan keselamatan di tahun mendatang, termasuk harapan agar masalah banjir yang menimpa kota ini segera teratasi.

Hujan deras di hari Imlek ini seakan menjadi pengingat bahwa meski tahun baru datang membawa harapan baru, tantangan lama seperti banjir masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan oleh semua pihak. Apakah tahun ini akan menjadi titik balik bagi Kota Kupang? Warga hanya bisa menunggu dan berharap.

 

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *