Banjir Kepung Kota Kupang, Warga Terjebak Hujan Deras Tanpa Henti: “Kota Ini Seperti Dikutuk!”

Kupang, – Kota Kupang kembali diterjang banjir besar setelah hujan deras mengguyur tanpa ampun selama dua hari berturut-turut. Air meluap, jalanan berubah jadi sungai, dan rumah-rumah terendam lumpur. Warga terjebak di tengah bencana ini, merasa ditinggalkan oleh pemerintah yang hanya bisa berjanji tanpa aksi nyata.

“Sepertinya kota ini memang tidak pernah siap menghadapi musim hujan! Setiap tahun, kami hanya menunggu bencana datang, tapi solusi tak pernah terlihat,” ujar Maria, warga Oebufu yang rumahnya terendam hingga setengah dinding.

Tidak hanya di kawasan pemukiman, banjir juga melumpuhkan akses transportasi di sejumlah ruas jalan utama. Jalan Timor Raya dan area perkantoran di Kelapa Lima berubah jadi kubangan raksasa, membuat kendaraan mogok dan memaksa pengendara mendorong motor di tengah arus deras.

Bencana ini tidak hanya membawa air bah, tapi juga tumpukan sampah yang teronggok di mana-mana, mencerminkan buruknya pengelolaan limbah di kota ini. Ironisnya, masalah ini telah berkali-kali diangkat, namun tetap menjadi noda yang mencoreng wajah Kota Kupang.

“Pemerintah bicara soal pembangunan ini-itu, tapi fondasi yang paling dasar seperti drainase justru diabaikan! Kami lelah mendengar alasan klasik. Kami ingin solusi nyata!” protes Agus, seorang warga Kelurahan Naimata yang setiap tahun menjadi korban banjir.

Lebih dari sekadar genangan, banjir ini menjadi momok yang menandai kelemahan kota dalam menghadapi perubahan cuaca ekstrem. Hujan deras seakan menjadi “hantu tahunan” yang terus menghantui warga Kupang, menuntut harga mahal berupa kerugian materi dan trauma.

Apakah Kota Kupang akan terus terjebak dalam siklus ini? Atau akan ada langkah nyata untuk menghentikan “kutukan” banjir yang terus melanda? Warga hanya bisa berharap, meski harapan itu semakin menipis, terkikis oleh air yang terus mengalir masuk ke rumah mereka.( Arnold)

 

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *