Kupang – Jalan nasional Timor Raya di KM 41, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), kini dalam kondisi kritis. Ancaman putusnya jalan akibat tergerus arus banjir sungai Lili memicu keprihatinan mendalam dari Anggota Komisi IV DPR RI, Usman Husin. Ia mendesak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) segera mengambil langkah cepat dan strategis untuk mengatasi masalah ini.
“Jika tidak segera ditangani, dampaknya sangat besar. Pergerakan ekonomi masyarakat akan lumpuh karena jalan ini adalah jalur utama penghubung antarwilayah di NTT, termasuk Kabupaten TTS, TTU, Belu, Malaka, hingga akses ke Timor Leste. Tidak ada alternatif jalur darat lain selain jalan ini,” tegas Usman Husin, Kamis (9/1).
Ia juga menekankan pentingnya jalan ini bagi distribusi hasil pertanian. “Sebagian besar penduduk di wilayah timur adalah petani. Jika akses ini terputus, pemasaran hasil pertanian ke Kota Kupang akan terganggu, dan ini berdampak besar pada perekonomian,” lanjut politisi Fraksi PKB tersebut.
Meski langkah tanggap darurat telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Kupang, BPJN NTT, dan Polres Kupang, Usman Husin menilai itu belum cukup. “Saya apresiasi upaya pemerintah daerah dan pihak terkait. Namun, Kementerian PUPR harus segera hadir dengan solusi permanen. Jangan sampai kerusakan ini membawa kerugian yang lebih besar,” ujarnya.
Jalan Strategis Penghubung Antarwilayah dan Negara
Ruas jalan Timor Raya bukan sekadar penghubung lokal, tetapi juga memiliki peran vital sebagai jalur strategis untuk mobilitas ekonomi dan sosial antarwilayah di NTT. Jalan ini menjadi nadi utama pengangkutan barang dan hasil pertanian dari berbagai kabupaten menuju Kupang, pusat perekonomian provinsi.
Dampak kerusakan tidak hanya dirasakan masyarakat sekitar, tetapi juga berdampak pada hubungan perdagangan lintas negara dengan Timor Leste. “Ini bukan sekadar jalan, tetapi urat nadi kehidupan masyarakat timur. Pemerintah harus bertindak cepat dan tepat,” ujar Usman Husin penuh harap.
Seruan untuk Tindakan Nyata
Kerusakan pada ruas jalan Timor Raya ini menjadi pengingat pentingnya pemeliharaan infrastruktur yang memadai di kawasan rawan bencana. Langkah cepat dan strategis dari Kementerian PUPR kini dinantikan, demi menjaga roda ekonomi masyarakat tetap berputar dan mencegah kerugian yang lebih besar.
Masyarakat berharap agar jalan ini tidak hanya ditangani sementara, tetapi mendapatkan perbaikan permanen untuk memastikan keberlanjutan transportasi darat yang menjadi tumpuan utama di NTT.

Tinggalkan Balasan