PT NAM: “Kami Sudah Berikan yang Terbaik, Ketidakpuasan Tidak Bisa Dipaksakan”

Kupang,– Konflik tanah antara PT NAM dan masyarakat kembali memanas, diwarnai aksi protes dari Aliansi Akar Rumput yang menuding adanya kolusi antara PT NAM dan Dewan Kota Kupang. Dalam aksi yang berlangsung di depan kantor Dewan Kota, aliansi ini mengirimkan karangan bunga sebagai simbol protes terhadap apa yang mereka sebut sebagai ketidakpedulian wakil rakyat dalam menyelesaikan permasalahan tersebut.

Di tengah derasnya kritik, PT NAM melalui perwakilannya, Fransisco Bessi, dengan tegas menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan yang terbaik untuk menyelesaikan masalah ini secara adil.

Menurut Fransisco, PT NAM bahkan telah menyerahkan tanah kepada masyarakat sebagai bentuk solusi konkret.

“Kami sudah memberikan yang terbaik. Tanah sudah diserahkan kepada masyarakat sesuai dengan kesepakatan yang telah disusun bersama. Namun, kalau ada pihak yang masih tidak puas, itu hak mereka. Hal seperti itu tidak bisa dipaksakan,” ujar Fransisco dalam pernyataannya yang disampaikan melalui pesan WhatsApp pada Kamis (09/01/2025).

Fransisco Bessi menegaskan bahwa PT NAM tidak hanya fokus pada kepentingan bisnis, tetapi juga mengutamakan tanggung jawab sosial kepada masyarakat. “Kami selalu berusaha transparan dalam setiap proses. Tidak ada niat dari pihak kami untuk mengabaikan hak masyarakat. Tuduhan kolusi atau ketidakpedulian yang dilontarkan terhadap kami sangat tidak berdasar,” tambahnya.

Menurutnya, ketidakpuasan yang masih muncul meski perusahaan telah memenuhi kewajibannya adalah persoalan subjektif. “Ketidakpuasan itu wajar, tetapi kami tidak bisa terus-menerus dipaksa untuk memenuhi tuntutan yang melampaui batas kesepakatan. Kami sudah memberikan solusi yang adil dan sesuai hukum,” tegas Fransisco.

Meski PT NAM mengklaim telah memberikan yang terbaik, aksi dari Aliansi Akar Rumput tetap berlanjut. Mereka menilai langkah PT NAM belum cukup memenuhi kebutuhan masyarakat, sementara Dewan Kota Kupang sendiri masih belum memberikan tanggapan resmi terkait tudingan yang dialamatkan kepada mereka.

Fransisco Bessi pun menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa PT NAM telah berkomitmen penuh untuk menyelesaikan permasalahan ini tanpa mengesampingkan tanggung jawab sosial.

“Kami berharap masyarakat dapat melihat dengan jelas apa yang sudah kami lakukan. Tidak ada yang sempurna, tetapi kami percaya sudah melakukan yang terbaik. Ketidakpuasan adalah hak mereka, tetapi itu tidak bisa menjadi alasan untuk terus menekan kami,” pungkasnya.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *