Kupang,,-Pelayanan agen kapal penumpang Dharma Rucita 8 rute Kupang-Ende kembali menuai kritik tajam. Pantauan media ini menunjukkan antrian mengular hingga berjam-jam sejak malam hingga tengah malam di Pelabuhan Tenau, Kupang. Para calon penumpang tampak kelelahan dan frustrasi akibat pelayanan yang dianggap sangat buruk.
Proses check-in dan pembagian gelang tangan menjadi sumber utama kekesalan. Ironisnya, sistem check-in yang diklaim berbasis online justru memperparah keadaan. Tak tersedia jaringan internet di lokasi, membuat penumpang harus menunggu giliran menggunakan hotspot.
“Katanya online, tapi internet tidak disiapkan. Malah disuruh tunggu hotspot, ini sangat memalukan,” ungkap seorang penumpang wanita yang tengah mengantri dengan raut kecewa.
Antrian tampak membentang hingga puluhan meter, menyebabkan kerumunan dan kondisi yang tidak tertib. Beberapa penumpang bahkan meluapkan kemarahannya secara terbuka.
“Ini bukan pertama kali. Sudah sering begini dan tidak pernah ada pembenahan,” teriak seorang penumpang pria dengan nada tinggi.
Situasi ini kontras dengan pelayanan kapal penumpang lainnya di pelabuhan yang sama. Penumpang menilai manajemen kapal Dharma Rucita 8 dan agen pelaksana tidak siap dan tidak profesional.
Kekecewaan masyarakat tertuju pula pada PT PELNI selaku otoritas pelayaran nasional. Banyak pihak menuntut agar PELNI segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan kapal ini yang dinilai sangat mengecewakan dan meresahkan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PELNI. Sementara itu, antrian panjang masih terlihat, dan para penumpang terus menunggu dengan keluhan yang belum mendapat jawaban.

Tinggalkan Balasan