Fatumnutu, — Dalam upaya menekan angka gangguan penglihatan dan kebutaan akibat katarak di Nusa Tenggara Timur, Yayasan Tanpa Batas (YTB) bersama CBM Global menyelenggarakan kampanye bertema “Peran Serta Masyarakat dalam Upaya Pencegahan dan Penanggulangan Gangguan Penglihatan” di Kecamatan Polen, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program Inclusive System for Effective Eye Care (I-SEE).
Dalam sambutannya, Direktur Yayasan Tanpa Batas, Denimars Sailana, M.Sos., menegaskan bahwa keterlibatan aktif masyarakat merupakan kunci dalam memutus rantai kebutaan yang dapat dicegah, khususnya akibat katarak.
“Kami percaya bahwa masyarakat bukan hanya penerima layanan, tapi juga pelaku perubahan. Ketika kader, keluarga, dan komunitas diberdayakan dan dibekali dengan informasi yang tepat, maka transformasi dalam layanan kesehatan mata bisa terjadi dari bawah ke atas. Kami hadir bukan menggantikan peran pemerintah, melainkan memperkuat dan mempercepat bersama-sama,” ujar Denimars Sailana, M.Sos.
Lebih lanjut, Ia menekankan bahwa pendekatan yang inklusif, berkeadilan, dan berbasis data lokal adalah kunci keberhasilan program I-SEE. Ia juga menyoroti pentingnya menghilangkan hambatan non-medis seperti stigma, ketidaktahuan, dan kendala budaya yang selama ini menghambat masyarakat untuk mengakses layanan kesehatan mata.
Sementara itu, Kepala UPT Puskesmas Fatumnutu, Erminoldus Meo, menyampaikan pentingnya integrasi program kesehatan mata dalam sistem pelayanan primer di puskesmas.
“Puskesmas bukan hanya tempat berobat, tetapi pusat pemberdayaan masyarakat dan penggerak pembangunan kesehatan. Kami berkomitmen memastikan bahwa layanan kesehatan mata, termasuk skrining dan rujukan katarak, menjadi bagian dari layanan rutin kami. Kami juga akan terus melibatkan kader desa sebagai ujung tombak perubahan perilaku di masyarakat,” tegas Erminoldus.
Erminoldus juga menggarisbawahi bahwa kehadiran program I-SEE memperkuat kapasitas puskesmas, tidak hanya dari sisi teknis, tetapi juga dalam membangun jejaring lintas sektor.
Ia mengajak seluruh komponen masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas yang ada serta tidak lagi takut atau ragu memeriksakan mata.
Kampanye ini menjadi momentum penting untuk menegaskan bahwa kebutaan akibat katarak bukanlah takdir yang tak bisa diubah, melainkan tantangan yang bisa diatasi bersama, dengan sinergi antara pemerintah, lembaga swasta, dan masyarakat.
Perlu diketahui yang melakukan pemeriksaan mata dalam kegiatan tersebut adalah dr. Jordan Lulupoy.Turut hadir Kepala Desa Bijeli Mesakh Uki. ( Arnold).

Tinggalkan Balasan