TTS, — Dalam upaya memperjuangkan hak setiap warga untuk memperoleh penglihatan yang sehat dan berkualitas, Yayasan Tanpa Batas (YTB) Kupang kembali menunjukkan komitmennya dalam mengatasi permasalahan gangguan penglihatan, khususnya katarak, di wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).
Direktur YTB Kupang, Denimars Sailana, menyampaikan bahwa menurut estimasi dari Kementerian Kesehatan, terdapat sekitar 1.800 kasus katarak di daerah tersebut. Setiap tahun, setidaknya muncul 200 kasus baru. Sayangnya, sekitar 2.000 kasus katarak hingga kini belum tertangani secara memadai.
“Kondisi ini menjadi tantangan besar bagi kita semua. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mencari solusi dalam mengatasi gangguan penglihatan di daerah ini,” ujar Denimars,Jumat (13/6/2025).
Denimars mengapresiasi dukungan dari pemerintah daerah TTS yang menunjukkan komitmen kuat dalam menangani permasalahan kesehatan mata di wilayah tersebut. Ia menegaskan bahwa Yayasan Tanpa Batas akan terus melanjutkan upaya skrining awal bagi masyarakat, terutama di wilayah terpencil.
“Kami melakukan pemeriksaan awal untuk mendeteksi adanya gangguan mata. Jika ditemukan warga yang membutuhkan penanganan lanjutan, maka akan dirujuk ke rumah sakit yang telah menjalin kerja sama dengan Yayasan Tanpa Batas Kupang,” jelasnya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program kesehatan mata yang diinisiasi YTB bersama UPT Puskesmas Fatumnutu.
Kepala UPT Puskesmas Fatumnutu, Erminoldus Meo, mengatakan bahwa kegiatan ini berlangsung selama beberapa hari, dimulai dengan pemeriksaan mata, dan akan diakhiri dengan kampanye edukasi kesehatan mata.
“Hari ini kami lakukan pemeriksaan mata kepada warga kali ketiga. kami akan menggelar kampanye kesehatan mata dan melanjutkan dengan skrining lanjutan untuk menjaring kasus-kasus yang perlu penanganan serius,” terang Erminoldus.
Kegiatan ini disambut antusias oleh masyarakat setempat, yang selama ini mengalami keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan mata.
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, diharapkan angka kebutaan akibat katarak dan gangguan mata lainnya di TTS dapat ditekan secara signifikan, sekaligus membuka harapan baru bagi warga untuk menikmati hidup yang lebih cerah.
Pemeriksaan mata tersebut dilakukan oleh dokter Jordan LulupoyTurut hadir Kepala Desa Bijeli Mesakh Uki,

Tinggalkan Balasan