“Ketua Komisi I Soroti Kedisiplinan Aparatur Desa : Tanpa Itu, Pembangunan Hanya Mimpi!”

TTU, – Disiplin kerja kembali ditegaskan sebagai fondasi keberhasilan administrasi dan pelayanan publik yang berkualitas. Dalam kunjungan kerja ke Desa Sainoni, Desa Napan, dan Desa Haumen’ana, Ketua Komisi I DPRD NTT, Drs. Julius Uly, M.Si, menyoroti langsung pentingnya kedisiplinan bagi aparatur desa dalam mewujudkan desa maju dan mandiri.

“Disiplin adalah kunci. Ketika aparatur desa hadir tepat waktu dan bekerja sesuai aturan, pelayanan publik akan berjalan dengan terukur dan profesional,” tegas Julius saat berdialog dengan perangkat desa. Ia menekankan bahwa keberhasilan tata kelola pemerintahan dimulai dari kesadaran aparatur untuk mematuhi aturan dan menjalankan tugas dengan tanggung jawab.

Namun, Julius Uly juga menyampaikan kritik tajam saat mendapati sejumlah pegawai di Pos Perbatasan Desa Napan yang terlihat santai saat jam kerja. “Anda adalah wajah negara di perbatasan. Ketika disiplin diabaikan, maka kepekaan terhadap AGHT (Ancaman, Gangguan, Hambatan, Tantangan) juga akan hilang. Bangun kesadaran bahwa Anda adalah garda terdepan Indonesia,” ujarnya tegas.

Dalam kunjungan kerja ini, Komisi I DPRD NTT menyoroti pentingnya peningkatan kedisiplinan di semua lini, termasuk di daerah perbatasan yang memiliki peran strategis. Sekretaris Komisi I, Hironimus Banafanu, S.IP., M.Hum., menambahkan bahwa keberhasilan pelayanan publik berbanding lurus dengan keseriusan aparatur dalam melaksanakan tugas. “Disiplin bukan sekadar formalitas, tetapi bagian dari integritas,” katanya.

Kegiatan ini dilakukan dalam rangka pengawasan Komisi I DPRD NTT yang membidangi pemerintahan, hukum, dan hak asasi manusia. Rombongan dipimpin Julius Uly dan diikuti oleh Ir. Ambrosius Reda, Rambu K.A. Praing, S.Farm., Apt., Hironimus T. Banafanu, S.IP., M.Hum., Randy Agnisio Durhaman, dan Odylia Selati Kabba, A.Md.Farm., serta staf sekretariat DPRD NTT.

Pesan yang disampaikan Julius Uly sangat jelas: disiplin bukan sekadar aturan, melainkan pondasi yang menentukan kualitas pelayanan, kemajuan desa, dan citra negara. “Desa maju dimulai dari aparatur yang disiplin dan sadar akan tanggung jawabnya. Ini bukan pilihan, tetapi keharusan,” pungkasnya.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *