Kupang, -Kota Kupang tengah bersiap menyambut sebuah gerakan sosial yang menyatukan semangat kebersamaan dan cinta lingkungan. Komunitas Beta Bersih, yang baru terbentuk sebulan terakhir dan digerakkan oleh para pengusaha serta praktisi lokal, menginisiasi sebuah aksi bertajuk Kota Kupang Bersinar pada Jumat, 23 Mei 2025.
Gerakan ini bukan sekadar ajakan membersihkan kota, tetapi merupakan simbol harapan: bahwa Kupang bisa kembali menjadi kota yang rapi, indah, dan nyaman bagi semua. Dalam konferensi pers yang digelar di Aula Xtreme Gym TDM, para inisiator—Valentino Bambang Soetjoto, Paulus Irsan Dardana, dan Fransiscus X.E. Lie—menjelaskan bahwa kegiatan akan berlangsung dalam dua sesi besar.
Sesi pagi hari, dimulai pukul 07.00 WITA, akan melibatkan para pelajar dari berbagai sekolah dan universitas di bawah koordinasi Dinas Pendidikan. Mereka akan membersihkan lingkungan sekolah masing-masing, sekaligus belajar tentang pentingnya menjaga kebersihan sejak dini. Kemudian sore harinya, pukul 15.00 hingga 17.00 WITA, warga kota dari berbagai kalangan akan turun langsung melakukan aksi bersih-bersih di lingkungan tempat tinggal mereka. Sampah-sampah yang terkumpul akan diangkut ke TPA atau bank sampah untuk proses daur ulang.
Aksi ini juga diramaikan oleh Lomba Kebersihan antar Kelurahan, dengan kriteria penilaian yang mencakup kebersihan lingkungan, efektivitas sistem pemilahan sampah, dan tingkat partisipasi warga. Hadiah menarik telah disiapkan oleh pemerintah kota dan komunitas untuk mendorong antusiasme masyarakat.
Lebih dari sekadar membersihkan kota, Kupang Bersinar juga menjadi media edukasi publik tentang pemilahan sampah—organik, anorganik, dan berbahaya—serta pentingnya membuang sampah di waktu yang telah ditentukan, yaitu antara pukul 18.00 hingga 05.00 pagi.
Komunitas Beta Bersih berharap, semangat gotong royong ini mampu menghidupkan kembali kesadaran kolektif warga akan pentingnya menjaga lingkungan. Kupang pernah mencatat prestasi membanggakan dengan meraih Piala Adipura tiga tahun berturut-turut. Kini saatnya kejayaan itu dihidupkan kembali—dimulai dari satu langkah kecil: peduli terhadap sampah.
Karena Kupang bukan hanya tempat tinggal, tapi rumah yang kita jaga bersama.

Tinggalkan Balasan