Kupang, – Pemerintah Kota Kupang kembali membuktikan komitmennya untuk membangun kota yang benar-benar peduli pada rakyat. Dalam momentum memperingati Hari Lahir Pancasila, Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo secara resmi membuka kegiatan Bakti Sosial “NYERI” di RSUD S.K. Lerik. Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam pelayanan kesehatan di NTT karena memperkenalkan untuk pertama kalinya di wilayah ini, metode intervensi nyeri kronis berbasis ultrasonografi (USG) – sebuah inovasi nyata yang dapat mengubah kehidupan banyak orang.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara PERDATIN NTT (Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia), Pemerintah Kota Kupang, Komda Lansia, dan Komunitas Ling Tien Kung. Program ini secara khusus menyasar penanganan nyeri kronis tanpa operasi – langkah progresif yang selama ini belum tersedia di sebagian besar wilayah Indonesia timur.
“Ini bukan hanya soal teknologi medis. Ini tentang memperluas akses pelayanan yang adil dan berkualitas bagi semua orang. Tidak boleh ada warga Kupang yang merasa sendirian menghadapi rasa sakit,” ujar Wali Kota dr. Christian Widodo dalam sambutannya yang disambut antusias oleh tenaga medis, tokoh masyarakat, dan peserta yang hadir.
Wali Kota juga menegaskan bahwa kehadiran dokter anestesi harus diapresiasi sebagai garda depan dalam inovasi medis. “Masyarakat perlu tahu, dokter anestesi bukan hanya bekerja di ruang operasi. Mereka adalah ahli nyeri, mereka mampu memberi solusi untuk pasien-pasien yang selama ini tidak mendapatkan jawaban atas keluhannya,” ujarnya.
Tak hanya berfokus pada pasien dewasa, kegiatan ini juga menyentuh kalangan lansia, kelompok rentan yang selama ini sangat membutuhkan penanganan nyeri berkelanjutan namun minim akses. Komda Lansia bersama Komunitas Ling Tien Kung turut memberikan edukasi kesehatan, serta terapi latihan ringan bagi peserta lansia.
dr. Serena Francis, Wakil Wali Kota Kupang, hadir mendampingi dalam kegiatan ini dan menyampaikan bahwa program seperti ini mencerminkan arah pembangunan Kota Kupang yang lebih humanis dan berpihak kepada masyarakat.
“Kita ingin Kupang menjadi kota yang bukan hanya tumbuh, tapi juga menyehatkan. Kita ingin masyarakat merasa dilindungi, didampingi, dan dimanusiakan dalam setiap kebijakan,” ujarnya.
Lebih dari 150 peserta menerima layanan langsung dari tim ahli PERDATIN, dengan fasilitas pemeriksaan, edukasi nyeri, hingga tindakan intervensi yang dilakukan dengan panduan USG secara langsung – semua diberikan secara gratis. Respons masyarakat luar biasa positif. Banyak dari mereka yang selama bertahun-tahun hidup dengan nyeri yang tidak tertangani, kini mendapatkan harapan dan penanganan medis yang tepat.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa Pancasila bukan hanya slogan, tapi prinsip kerja yang diterapkan dalam kebijakan dan aksi nyata. Kolaborasi lintas sektor ini memperlihatkan model pelayanan publik yang cepat, tepat, dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Kota Kupang Bergerak, Kupang Melayani
Dengan kegiatan seperti ini, Kota Kupang membangun reputasinya sebagai kota yang hadir di setiap lapisan kebutuhan warganya. Bukan hanya membangun jalan atau infrastruktur, tetapi membangun rasa aman, sehat, dan nyaman bagi seluruh warganya.
“Kupang adalah kota untuk semua. Dan tugas kami adalah melayani, bukan sekadar memerintah,” tegas dr. Christian Widodo mengakhiri sambutannya.
KupangSehat #BaktiSosialNYERI #PERDATINNTT #IntervensiNyeriUSG #HariLahirPancasila #AnestesiologiUntukRakyat #KupangPeduli #KupangMelayani #LansiaSehat #KupangKotaKasih #ChristianWidodo #SerenaFrancis #PemkotKupang #GotongRoyongKupang #KupangKotaKreatif #ToGovernIsToServe #MemerintahAdalahMelayani.

Tinggalkan Balasan