Manfaat JKN, Dewi Sartika: “Anak Saya Dirawat Tanpa Biaya Tambahan, Alhamdulillah Sangat Terbantu”

Bima – Kecemasan mendalam kerap dirasakan orang tua saat sang buah hati jatuh sakit. Perasaan itulah yang dialami Dewi Sartika, seorang ibu rumah tangga asal Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, ketika putrinya, Jennifer Yasmin, harus mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bima. Beruntung, Dewi terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan, sehingga seluruh biaya perawatan anaknya dapat ditanggung program tersebut.

Dewi, istri seorang pensiunan pegawai negeri sipil (PNS), menjadi peserta JKN melalui kepesertaan sang suami di segmen Pekerja Penerima Upah (PPU). Dengan status kepesertaan aktif, ia bersama anaknya mendapatkan perlindungan kesehatan yang menyeluruh. Hal ini menurutnya sangat meringankan beban keluarga, khususnya ketika harus menghadapi biaya pelayanan kesehatan yang seringkali tidak terduga.

“Sebagai orang tua, tentu saya sangat khawatir ketika anak sakit. Namun saya bersyukur, dengan adanya JKN semua biaya pengobatan Jennifer di rumah sakit sepenuhnya dijamin. Perawatan yang diberikan pun sangat baik, Alhamdulillah sampai hari ketiga ini anak saya dirawat tanpa ada kendala sedikit pun,” ungkap Dewi saat ditemui di RSUD Bima.

Salah satu hal yang membuat Dewi lega adalah tidak adanya pungutan biaya tambahan selama proses perawatan berlangsung. Semua kebutuhan pengobatan, termasuk obat-obatan, telah disediakan oleh pihak rumah sakit melalui Program JKN.

“Selama perawatan, kami tidak diminta membeli obat-obatan di luar rumah sakit karena semua sudah tersedia. Tidak ada biaya tambahan sedikit pun. Ini sangat membantu, apalagi sebagai ibu rumah tangga tentu saya ingin fokus pada kesembuhan anak tanpa terbebani masalah biaya,” tambahnya.

Program JKN memang menjamin ketersediaan obat bagi pasien sesuai indikasi medis yang diperlukan, sehingga peserta tidak perlu mengeluarkan biaya di luar ketentuan. Dewi juga mengapresiasi keberadaan petugas BPJS SATU! (Siap Membantu), yang selalu siap memberikan informasi dan memastikan peserta mendapatkan pelayanan sesuai haknya.

“Petugas BPJS SATU mengingatkan bahwa jika ada peserta yang diminta membeli obat di luar rumah sakit, padahal tidak menghendakinya, mereka bisa langsung melapor melalui kanal resmi BPJS Kesehatan. Ini membuat kami sebagai peserta merasa lebih aman dan terlindungi,” ujarnya.

BPJS Kesehatan menyediakan berbagai kanal layanan untuk memudahkan peserta menyampaikan keluhan atau pengaduan, termasuk nomor Care Center 165, aplikasi Mobile JKN, layanan administrasi melalui WhatsApp (PANDAWA), serta layanan di kantor cabang terdekat. Semua upaya ini dilakukan untuk memastikan hak peserta JKN terpenuhi dengan optimal.

Tidak hanya dari sisi pelayanan medis, Dewi juga merasakan kemudahan dalam proses administrasi saat mengakses layanan kesehatan.

“Sekarang sangat praktis, cukup menunjukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) atau KTP, kami sudah bisa dilayani selama kepesertaan aktif. Tidak perlu lagi repot-repot membawa fotokopi KK atau dokumen lainnya,” jelas Dewi dengan rasa syukur.

Dewi mengungkapkan bahwa ini bukan kali pertama keluarganya memanfaatkan JKN untuk mendapatkan pelayanan di RSUD Bima. Pada pengalaman sebelumnya, ia juga merasa puas dengan pelayanan yang diterima, karena seluruh biaya perawatan ditanggung penuh oleh program tersebut.

“Ini sudah yang kedua kalinya kami menggunakan JKN. Dari pengalaman pertama hingga sekarang, Alhamdulillah pelayanan sangat memuaskan dan tidak ada biaya tambahan sedikit pun. Semua sudah ditanggung, jadi kami sebagai orang tua bisa lebih tenang mendampingi anak,” katanya.

Dengan pengalaman yang dirasakan, Dewi berharap Program JKN terus dipertahankan dan ditingkatkan kualitasnya agar semakin banyak masyarakat merasakan manfaatnya. Menurutnya, JKN bukan hanya memberikan perlindungan finansial, tetapi juga memastikan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang layak.

“Program ini sangat membantu kami sekeluarga dan tentu masyarakat luas. Harapan saya, semoga JKN terus dijaga keberlangsungannya dan pelayanannya semakin baik ke depan,” tutup Dewi dengan penuh harap.

Program JKN merupakan wujud nyata hadirnya negara dalam memberikan perlindungan kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia. Hingga kini, jutaan peserta di seluruh tanah air telah merasakan manfaatnya, seperti yang dialami oleh Dewi Sartika dan keluarga.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *