Kupang,– Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jefri Pelt, menegaskan pentingnya kemampuan masyarakat dalam memfilter informasi di tengah derasnya arus berita palsu. Mewakili Pemerintah Kota Kupang, ia menyampaikan bahwa informasi positif sering kali cepat terlupakan, sementara berita bohong justru menyebar lebih lama dan berdampak lebih luas.
“Berita baik memang cepat hilang, tetapi hoaks bisa bertahan lama. Karena itu jangan mudah merasa bangga atau puas ketika menyebarkan informasi yang ternyata salah,” ujar Pelt saat membuka pelatihan literasi digital yang digelar selama dua hari untuk para peserta dari berbagai kelurahan.
Ia menekankan bahwa fenomena serupa juga terjadi pada masyarakat yang menerima informasi palsu tanpa melakukan pengecekan. Untuk itu, Pemkot Kupang melalui pelatihan ini berharap peserta dapat menjadi garda terdepan dalam memerangi hoaks di lingkungan masing-masing.
“Mari kita belajar menyaring informasi dengan baik. Setelah mengikuti pelatihan ini, kami berharap Anda semua dapat menjadi duta anti-hoaks di kelurahan—membantu menenangkan warga, meluruskan kabar keliru, dan memfilter informasi sebelum dibagikan,” katanya.
Pelt juga mengingatkan agar masyarakat berhati-hati dalam menggunakan media sosial, terutama dalam memberi reaksi atau membagikan sesuatu hanya berdasarkan dorongan spontan. Ia mencontohkan bagaimana tindakan sederhana, seperti menunjuk atau menekan tombol “bagikan”, dapat menimbulkan dampak berkepanjangan jika informasi tersebut tidak benar.
“Gunakan jari Anda dengan bijak untuk membantu sesama. Kita tidak harus melakukan hal besar untuk bermanfaat bagi orang lain. Bahkan tindakan kecil dalam memfilter informasi sudah sangat berarti,” tambahnya.
Pelatihan literasi digital ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan informasi masyarakat Kota Kupang serta mendorong terciptanya ruang digital yang lebih sehat, akurat, dan bertanggung jawab.

Tinggalkan Balasan