INA KASIH: Langkah Nyata Pemerintah Kota Kupang Wujudkan Kota yang Sehat, Inklusif, dan Berkeadilan

Pemerintah Kota Kupang kembali menunjukkan komitmennya menghadirkan kebijakan yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat, khususnya perempuan prasejahtera. Pada Sabtu (20/9), Wakil Wali Kota Kupang Serena C. Francis, S.Sos., M.Sc. resmi melaunching Program Ina Kasih (Intervensi Peduli Akses Pembalut Gratis bagi Perempuan Pra-Sejahtera) di Taman Nostalgia Kupang.

Program ini hadir menjawab persoalan menstrual poverty atau kemiskinan menstruasi—sebuah fenomena nyata ketika banyak perempuan harus memilih antara membeli pembalut atau memenuhi kebutuhan pokok keluarga. Dengan semangat to govern is to serve, Ina Kasih menjadi wujud kehadiran pemerintah dalam memastikan martabat perempuan tetap terjaga.

Acara launching dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Ketua DPRD Kota Kupang, Penjabat Sekda, tokoh agama, tokoh perempuan, perwakilan BUMN/BUMD, komunitas difabel hingga masyarakat penerima manfaat. Dukungan lintas sektor ini menegaskan bahwa isu kesehatan menstruasi merupakan tanggung jawab bersama.


Menjawab Beban Ekonomi Perempuan dan Keluarga Pra-Sejahtera

Dalam pemaparannya, Wakil Wali Kota Serena Francis menegaskan bahwa harga pembalut yang rata-rata mencapai Rp26.000 per pax dapat menjadi beban signifikan bagi keluarga dengan pendapatan sekitar Rp800 ribu per bulan. Pengeluaran pembalut bahkan dapat mencapai 6,5 hingga 13 persen dari total pendapatan, terlebih jika dalam satu keluarga terdapat dua perempuan usia subur.

“Pemerintah tidak boleh menutup mata terhadap kondisi ini. Program ini adalah wujud kehadiran pemerintah untuk melayani masyarakat,” tegasnya.

Tahap awal program Ina Kasih menyasar 1.275 perempuan prasejahtera berusia 10–45 tahun. Program ini sejalan dengan Instruksi Presiden terkait percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem dan akan terus dievaluasi secara berkala.


Menghapus Stigma, Menguatkan Edukasi

Selain persoalan ekonomi, Serena juga menyoroti masih adanya anggapan tabu terhadap pembicaraan menstruasi di masyarakat.

“Kita ingin masyarakat Kota Kupang lebih terbuka, sehingga tidak ada lagi perempuan yang merasa malu, terpinggirkan, atau terbebani hanya karena hal yang bersifat alamiah,” pungkasnya.

Nama Ina Kasih sendiri sarat makna: “Ina” berarti perempuan, sedangkan “Kasih” adalah identitas Kota Kupang sebagai Kota Kasih. Sebuah simbol bahwa pemerintah berdiri bersama perempuan sebagai penjaga martabat keluarga dan bangsa.


Manfaat Nyata bagi Pendidikan dan Produktivitas Perempuan

Program Ina Kasih juga diharapkan berdampak pada peningkatan kehadiran remaja putri di sekolah dan produktivitas perempuan bekerja, tanpa rasa takut atau dilema kebutuhan.

“Kami ingin remaja putri hadir penuh di kelas tanpa takut absen karena menstruasi,” ungkap Serena.


Dukungan Dinas P3A: Perempuan Sehat, Generasi Sehat

Pada Kamis, 4 Desember 2025, Kepala Dinas P3A Kota Kupang Maria Halek turut memberikan dukungan penuh terhadap Program Ina Kasih. Maria menegaskan bahwa program ini bukan hanya bantuan praktis, tetapi investasi jangka panjang bagi kualitas generasi Kota Kupang.

“Program ini sangat bermanfaat dan harus didukung oleh semua pihak. Jika perempuan sehat, maka generasi penerus juga akan sehat. Ina Kasih bukan hanya soal pembalut gratis, tetapi tentang memastikan masa depan Kota Kupang yang lebih kuat dan lebih sehat,” tegas Maria.


Kolaborasi Jadi Kunci: No One Left Behind

Wakil Wali Kota juga mengajak berbagai pihak—NGO, LSM internasional, CSR perusahaan, dunia usaha, dan komunitas—to be part of the movement.

“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Bersama, kita pastikan tidak ada lagi yang tertinggal. No one left behind,” serunya.


Suara Penerima Manfaat: Bantuan yang Hadir Tepat Waktu

Nora Paulina Lau dari komunitas disabilitas menyampaikan apresiasinya:
“Terima kasih banyak kepada pemerintah kota. Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Semoga program ini terus berlanjut.”

Hal senada disampaikan Mirna, ibu rumah tangga dari Lasiana:
“Sangat bermanfaat bagi kami perempuan. Program ini meringankan beban keluarga. Terima kasih untuk Ina Kasih.”


Kupang Sehat Dimulai dari Perempuan yang Terlindungi

Ina Kasih adalah langkah strategis menuju Kupang Sehat, di mana kesehatan perempuan menjadi fondasi kuat bagi kualitas masyarakat secara keseluruhan.

Program ini membuktikan bahwa kebijakan yang sensitif gender dan inklusif dapat menciptakan perubahan nyata. Dengan dukungan semua pihak, Kota Kupang semakin dekat pada visinya sebagai rumah bersama yang maju, mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan.

Ina Kasih bukan sekadar program—ia adalah gerakan kasih, kepedulian, dan keberpihakan bagi perempuan Kota Kupang.(Advertorial).

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *