Kota Kupang, – Semangat belajar siswa di SMAN 4 Kota Kupang kian membara sejak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai berjalan tiga minggu terakhir. Kepala Sekolah Fransiskus Xaverius Balu Lowa, saat ditemui di ruang kerjanya pada Senin (26/5), menyampaikan bahwa program ini membawa dampak nyata bagi siswa, terutama mereka yang berasal dari keluarga prasejahtera.
“Antusias siswa sangat tinggi. Sejak MBG berjalan, hampir tidak ada lagi siswa yang alpa kecuali benar-benar sakit. Mereka semakin rajin dan termotivasi hadir ke sekolah,” ujar Fransiskus dengan penuh syukur.
Menurutnya, menu makanan yang disajikan pun beragam dan bergizi, membuat siswa merasa dihargai dan diperhatikan. “Anak-anak bilang tidak ada makanan yang tersisa karena lauknya enak. Banyak dari mereka yang datang ke sekolah tanpa sarapan, jadi bantuan ini sangat berarti,” tuturnya.
Dengan jumlah siswa mencapai 855 orang, Fransiskus menekankan pentingnya program ini bagi sekolah-sekolah dengan latar belakang ekonomi menengah ke bawah. Ia berharap program ini bisa terus berlanjut, bahkan berkembang.
Ia juga menambahkan bahwa pihak sekolah bertanggung jawab penuh terhadap distribusi makanan. “Kalau ada sisa, tidak boleh dibuang. Harus ada pertanggungjawaban. Guru pun tidak diperkenankan mengambil bagian jika tidak hadir, sisa makanan akan diberikan kembali kepada siswa,” tegasnya.
Program MBG dinilainya tidak hanya memberi manfaat secara fisik, tetapi juga menyentuh sisi psikologis siswa. Banyak dari mereka yang sebelumnya harus membantu orang tua bekerja sebagai pemulung atau penjual sayur kini bisa belajar dengan tenang dan perut kenyang.
“Terlepas dari pro dan kontra yang ada, bagi anak-anak kami dari kalangan bawah, program ini sangat luar biasa. Terima kasih kepada Bapak Prabowo dan pemerintah yang telah memperhatikan anak-anak kami,” ucapnya penuh haru.
Terkait penerimaan siswa baru, Fransiskus menjelaskan bahwa juknis telah diterima, dan pendaftaran akan berlangsung dari 19 Juni hingga 5 Juli 2025. Ia juga menegaskan bahwa sistem belajar di SMAN 4 tidak akan menggunakan shift, dan syarat domisili minimal satu tahun tetap diberlakukan. Saat ini, sekolah memiliki 12 rombongan belajar (rombel) yang siap menyambut peserta didik baru.
Semangat yang tumbuh di SMAN 4 Kota Kupang menjadi potret harapan dari keberhasilan program MBG. Lebih dari sekadar makanan, ini adalah soal keadilan, kepedulian, dan masa depan generasi bangsa.

Tinggalkan Balasan