Kupang, – Warga Kota Kupang dikejutkan oleh temuan tragis di kawasan Penkase, Kecamatan Alak, Sabtu pagi. Sesosok tubuh pria tergeletak di tanah, sekitar tujuh meter dari pinggir jalan, dengan luka menganga di bagian leher. Darah masih menggenang di sekitar tubuhnya. Korban, yang awalnya tak diketahui identitasnya, akhirnya teridentifikasi sebagai Aprion Boru (27), warga Desa Daehuti, Matanae, Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao.
Sekitar pukul 10.20 WITA, dua orang yang sedang melintas menggunakan sepeda motor—MB (32), seorang karyawan BUMN, dan NRI (30), seorang ibu rumah tangga—tak sengaja melihat sosok tubuh tergeletak di tanah. Awalnya, mereka mengira hanya seseorang yang tertidur, tetapi firasat mereka berkata lain. Setelah berbalik untuk memastikan, pemandangan mengerikan terpampang di depan mata mereka: seorang pria muda sudah tak bernyawa, dengan luka terbuka di lehernya.
Panicked, mereka segera melaporkan temuan ini ke pihak berwajib. Tak lama, Kapolresta Kupang Kota Kombes Pol. Aldinan Manurung, S.H., S.I.K., Kasat Reskrim Polresta Kupang Kota AKP Marselus Yugo Amboro, S.I.K., Kapolsek Alak AKP Albertus Mabel, S.I.K., serta Kanit Pidum Ipda Syahri Fajar Hamika, S.Tr.K., M.H., tiba di lokasi bersama tim Identifikasi Sat Reskrim Polresta Kupang Kota.

Korban dikenal sebagai seorang karyawan Amir Tenda, sebuah usaha di Jalan Pendidikan II, belakang SMPN 5 Kelapa Lima. Sehari-hari, ia bekerja memasang dan menyiapkan perlengkapan tenda untuk berbagai acara di Kota Kupang. Tak ada yang menyangka, hari itu menjadi hari terakhirnya.
Identitas korban baru bisa dipastikan setelah polisi menggunakan alat Mambis di RS Bhayangkara Titus Ully Kupang. Hasilnya menunjukkan bahwa pria malang itu adalah Aprion Boru, seorang warga asal Rote Timur yang mencari nafkah di Kota Kupang.
Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan beberapa barang milik korban, di antaranya: Satu unit handphone Vivo Y02T berwarna biru,Satu pasang sandal biru tua,Sebuah jam tangan yang masih melekat di pergelangannya.
Barang-barang tersebut menjadi petunjuk awal dalam mengungkap misteri kematian Aprion. Dugaan sementara mengarah pada tindak kekerasan, mengingat luka di leher korban yang cukup dalam dan menganga.
“Kami langsung bergerak ke TKP setelah mendapat laporan, melakukan olah TKP, mengumpulkan barang bukti, serta mencari saksi yang mungkin mengetahui kejadian ini. Saat ini, korban sudah kami evakuasi ke RS Bhayangkara untuk visum dan pemeriksaan forensik guna memastikan penyebab kematian,” ungkap Kapolresta Kupang Kota Kombes Pol. Aldinan Manurung.
Hingga kini, jenazah korban masih berada di ruang pemulasaran RS Bhayangkara Titus Ully Kupang, menunggu pihak keluarga. Kepolisian terus menelusuri jejak terakhir korban, termasuk orang-orang yang terakhir kali bersamanya sebelum kejadian tragis ini.
Pihak berwajib juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan jika memiliki informasi yang bisa membantu penyelidikan. “Kami akan mengusut tuntas kasus ini. Masyarakat diminta tetap waspada, terutama di area yang rawan tindak kriminal,” tambah Kapolresta Kupang Kota.
Apakah ini kasus perampokan? Pembunuhan berencana? Atau ada motif lain di balik kematian tragis Aprion Boru? Polisi masih bekerja keras mengungkap misteri ini.
Tragedi ini menjadi pengingat bahwa keamanan di Kota Kupang harus terus menjadi perhatian. Setiap nyawa berharga, dan setiap kejahatan harus diusut tuntas. Keluarga Aprion Boru kini berduka, berharap ada titik terang dan pelaku segera tertangkap.
Kasus ini terus berkembang, dan masyarakat menanti jawaban. Siapa yang tega menghabisi nyawa seorang pemuda pekerja keras seperti Aprion Boru?
Jika Anda memiliki informasi terkait kejadian ini, segera hubungi pihak kepolisian. Setiap informasi sekecil apa pun bisa membantu mengungkap kebenaran dan membawa keadilan bagi Aprion Boru serta keluarganya.

Tinggalkan Balasan