Tragedi Petir di Tuatuka: “Paman dan Keponakan Tewas di Persawahan”

Kupang Timur – Tragedi memilukan terjadi di persawahan Tuatuka, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, sore tadi. Seorang pria bernama Ap Seubelan (53) dan keponakannya, Fian Nokas (14), tewas tersambar petir saat hendak memindahkan sapi mereka yang diikat di tengah sawah.

Peristiwa nahas ini bermula saat hujan mulai turun menjelang malam. Khawatir sapinya dalam bahaya, Ap Seubelan mengajak keponakannya bergegas ke sawah untuk memastikan hewan ternak mereka aman. Namun, alam berkata lain. Ketika keduanya berada di tengah persawahan, petir menyambar tubuh mereka dengan dahsyat, merenggut nyawa di tempat.

“Saya mendengar suara petir sangat keras. Tak lama kemudian kami dapat kabar mereka berdua tersambar. Saat ditemukan, mereka sudah tidak bernyawa,” ungkap seorang warga yang membantu evakuasi.

Suasana duka menyelimuti rumah keluarga korban. Tangis pecah saat jenazah kedua korban dibawa pulang. Ap Seubelan dikenal sebagai sosok pekerja keras, sementara Fian Nokas masih duduk di bangku sekolah, penuh harapan akan masa depan yang kini terenggut terlalu cepat.

Fenomena sambaran petir di musim hujan seringkali terjadi, terutama di area terbuka seperti persawahan. Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap bahaya alam yang tidak bisa diprediksi.

Keluarga besar dan masyarakat Tuatuka kini berduka. Semoga arwah Ap Seubelan dan Fian Nokas diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan untuk menghadapi cobaan ini. Tragedi ini meninggalkan luka yang tak akan mudah dilupakan.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *