“Tragis! Bocah Kupang Meninggal Usai Digigit Anjing Rabies”

Kupang – MM, bocah berusia 4 tahun asal Kelurahan Naioni, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Pratama (RSUP) Ben Mboi pada Sabtu (28/12/2024). Tragedi ini terjadi setelah MM digigit seekor anjing rabies pada 22 November 2024, dan anjing tersebut justru dikonsumsi oleh keluarganya setelah dibunuh.

Menurut Ketua Karang Taruna Kelurahan Naioni, Yustus Lona, ini adalah kasus pertama yang terjadi di wilayah tersebut. “Anjingnya sempat dibunuh dan dimakan oleh keluarga korban. Kami baru pertama kali mendengar kejadian seperti ini di Naioni,” ujarnya, Senin (30/12/2024).

MM mulai menunjukkan gejala khas rabies pada 26 Desember 2024. Gejala seperti gelisah, mengigau, takut udara dan air, hingga kejang menjadi indikasi bahwa virus rabies telah menyerang sistem sarafnya. Keluarga langsung membawa MM ke RSUP Ben Mboi keesokan harinya, namun nyawa bocah malang itu tidak tertolong.

“Ketika dirawat, MM tidak bisa makan atau minum sehingga diberikan infus. Dia juga sempat diberi obat penurun panas dan penenang karena gelisah,” tambah Yustus.

Rabies adalah penyakit yang dapat dicegah jika korban gigitan segera mendapatkan vaksinasi anti-rabies (VAR). Sayangnya, dalam kasus MM, keluarga tidak menyadari risiko serius setelah gigitan terjadi.

Darurat Rabies di Naioni
Yustus mengungkapkan bahwa anjing dengan gejala rabies banyak berkeliaran di lingkungan mereka. “Ini darurat. Anjing-anjing dengan ciri rabies sering terlihat di sini, dan masyarakat belum banyak yang tahu cara menangani gigitan,” ujarnya.

Kasus ini menjadi peringatan bagi pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap rabies, khususnya di wilayah rawan seperti Naioni. Program vaksinasi massal anjing, edukasi tentang rabies, serta penyediaan fasilitas kesehatan yang memadai harus segera dilakukan guna mencegah tragedi serupa di masa mendatang.

Tragedi yang menimpa MM harus menjadi pelajaran bersama agar setiap gigitan anjing mendapatkan perhatian serius, karena rabies bukanlah penyakit yang bisa dianggap sepele.

 

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *