Kupang, – Dalam sambutan hangat di acara Halal Bihalal Hari Raya Idul Fitri 1446 H di Aula Celebes, Kamis25 April 2025, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menekankan pentingnya mengandalkan Tuhan dalam setiap aktivitas dan menyerukan prioritas kesejahteraan guru-guru PAUD. Acara yang bertema “Sucikan Hati, Saling Memaafkan, Eratkan Tali Persaudaraan” ini dihadiri tokoh agama lintas iman, perwakilan UNICEF, PGRI Kota Kupang, kepala TK se-Kota Kupang, dan ratusan guru PAUD.
Kehadiran Wali Kota Kupang menandai babak baru dalam perhatian pemerintah terhadap pendidikan usia dini. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, komitmen nyata ditunjukkan melalui program dan kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan guru PAUD, sebuah langkah krusial mengingat peran mereka sebagai “pahlawan” dalam membentuk generasi emas Kota Kupang. Wali Kota secara eksplisit menekankan perlunya peningkatan tunjangan dan program pendukung bagi para pendidik ini.
Sambutan Wali Kota diwarnai dengan metafora perjalanan: “Jika ingin cepat, berjalanlah sendiri. Tetapi jika ingin sampai tujuan, berjalanlah bersama.” Pesan ini menginspirasi kolaborasi dan sinergi dalam membangun Kota Kupang lima tahun ke depan. Era pemerintahan yang digambarkan bukan lagi sebagai “memerintah,” melainkan “melayani” seluruh warga Kota Kupang.
Kritik Tajam Terhadap Birokrasi dan Potensi Wisata Religi
Wali Kota tidak segan-segan mengkritik birokrasi yang berbelit-belit, mengingatkan perlunya efisiensi dan pemangkasan anggaran yang tidak perlu. Namun, ia menegaskan bahwa efisiensi bukan penghalang, melainkan “ujian” dalam memperkuat tali persaudaraan dan kolaborasi.
Potensi wisata religi Kota Kupang juga menjadi sorotan. Wali Kota melihat kekayaan religi sebagai aset berharga yang perlu dimaksimalkan untuk menggerakkan UMKM dan perekonomian lokal. “Di mana orang berkumpul, di situ ada perputaran uang,” tegasnya.
Pemerintah Kota Kupang akan menjadikan kegiatan-kegiatan religi sebagai ikon kota, sebuah strategi cerdas untuk menarik wisatawan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Toleransi dan Persaudaraan: Inti dari Halal Bihalal
Acara Halal Bihalal diawali dengan tarian adat Timor yang dibawakan oleh anak-anak Muslim, menunjukkan keindahan toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Kota Kupang. Ketua Panitia, Yanti Single dalam sambutannya menekankan pentingnya menghargai perbedaan dan menjalin tali persaudaraan, terutama di kalangan anak usia dini. Acara ini menjadi momentum untuk saling memaafkan dan memperkuat ikatan persaudaraan.

Tinggalkan Balasan