Kupang, – Jelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, bersama Wakil Wali Kota, Serena Francis, turun langsung ke pasar untuk memastikan stok bahan pokok aman dan harga tetap stabil. Inspeksi mendadak (sidak) ini dilakukan di beberapa titik strategis, termasuk Gudang Bulog dan Pasar Oebobo, Senin (10/3).
Dalam sidak ini, Wali Kota didampingi Ketua DPRD Kota Kupang, Richard Elvis Odja, unsur Forkopimda, serta sejumlah pejabat Pemkot. Kunjungan diawali di Gudang Bulog, di mana mereka mengecek langsung persediaan beras. Kepala Gudang Bulog Kupang, Yogi Kore, memastikan stok beras saat ini mencapai 11.000 ton dengan harga jual Rp11.100 per kilogram di gudang dan sekitar Rp13.100 di pasar. Wali Kota menegaskan bahwa pasokan ini cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama bulan puasa dan perayaan Idulfitri.
Setelah itu, rombongan bergerak ke Pasar Oebobo untuk memantau harga dan kondisi pasar. Harga bahan pokok terpantau relatif stabil, meski ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan. Cabai rawit misalnya, saat ini dijual seharga Rp80.000 per kilogram, tomat Rp13.000 per kilogram, dan bawang merah Rp30.000 per kilogram. Sementara itu, harga ayam potong masih bertahan di angka Rp50.000 per ekor.
Namun, dalam sidak ini, sejumlah pedagang menyampaikan keluhan tentang kebersihan pasar. Bapak Mance, seorang pedagang daging sapi, menyoroti masalah sampah yang menumpuk serta saluran air yang tersumbat. Menanggapi hal ini, Wali Kota langsung merespons dengan janji untuk segera berkoordinasi dengan instansi terkait agar kondisi pasar lebih bersih dan nyaman.
“Kebersihan pasar adalah prioritas. Ini bukan hanya soal kenyamanan pedagang dan pembeli, tapi juga soal kesehatan masyarakat. Kami akan segera mengambil langkah untuk memperbaikinya,” ujar Wali Kota Christian.
Selain memastikan stabilitas harga, Pemkot Kupang juga berkomitmen meningkatkan kualitas infrastruktur pasar. Wali Kota mengungkapkan rencana untuk merenovasi pasar agar lebih modern dan nyaman bagi masyarakat. “Kami akan membahas anggaran bersama DPRD dan instansi terkait. Targetnya, pada tahun 2026, fasilitas pasar bisa ditingkatkan secara signifikan,” jelasnya.
Usai sidak, Wali Kota langsung mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Nasional secara daring bersama Kementerian Dalam Negeri. Dalam rapat ini, Inspektur Jenderal Kemendagri, Irjen Pol. Tomsi Tohir Balaw, menekankan pentingnya menjaga harga komoditas utama seperti cabai, telur, dan ayam agar tetap stabil. Pemerintah pusat juga mengingatkan daerah untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem yang bisa mempengaruhi distribusi bahan pokok.
Dengan langkah-langkah ini, Pemkot Kupang optimistis harga bahan pokok tetap terkendali hingga perayaan Idulfitri dan Paskah. Wali Kota memastikan bahwa pemerintah akan terus memantau pergerakan harga dan mengambil tindakan jika terjadi lonjakan yang tidak wajar.
“Kami ingin memastikan masyarakat bisa menjalani ibadah dan merayakan hari raya dengan tenang, tanpa harus khawatir soal harga kebutuhan pokok. Kami akan terus bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menjaga stabilitas harga dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan