Warga Desa Saenam Beri Apresiasi Kepada Pemerintah Pusat

Atas nama pribadi dan mewakili masyarakat Desa Saenam Matheus Fobia selaku Sekretaris Desa Saenam,Kecamatan Miomaffo Barat,Kabupaten Timor Tengah Utara memberi apresiasi kepada pemerintah Pusat dalam hal ini Balai Pembangunan Jalan Nasional Nusa Tenggara Timur yang sudah menjawab serta mengobati kerinduan masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Pusat dalam hal ini BPJN NTT,yang sudah menjawab kebutuhan serta kerinduan kami sekian tahun,”ucap Matheus.

Matheus mengatakan dari dulu jalan sabuk merah membuat masyarakat terisolir dengan kondisi jalan yang sangat parah namun sekarang masyarakat sudah bisa nikmati jalan hotmix.

Dikatakan hal tersebut menjadi bagian dari perhatian pemerintah karena sudah memberi perhatian bagi masyarakat menikmati apa yang menjadi harapan dan impian.

Kepada Pimpinan Balai Pembangunan Jalan Nasional Matheus mengucapkan terima kasih karena programnya dengan memberi perhatian untuk pembangunan jalan Sabuk Merah Penak- Saenam- Nunpo

Menurutnya,Jalan tersebut bisa membantu warga masyarakat dan memperlancar aksesnya untuk mendistribusikan hasil pertanian, peternakan dan lainnya demi peningkatan ekonomi.

Ia menambahkan bahwa bertahun-tahun ,masyarakat TTU dan TTS mauoun Kabuoaten Kupang tidak pernah mendapatkan sentuhan atau perhatian dari pemerintah tapi puji Tuhan saat ini bisa mendapat perhatian.

“Sekali lagi Saya atas nama masyarakat desa memberi apresiasi untuk pemerintah Pusat dalam hal ini BPJN NTT yang memberi perhatian buat kami bukan terutama dalam hal infrastruktur ,”tutup Matheus.

Hal yang sama juga disampaikan Tokoh Masyarakat Desa Saenam Fransiskus Feka.

Frans menuturkan bahwa dirinya mewakili masyarakat desa saenam mengucapkan terimakasih yang sebesar- besarnya untuk pemerintah yang telah memberi perhatian dalam hal infrastruktur.

” Kami mewakili masyarakat memberi apresisasi yang sebesar- besarnya untuk Pemerintah dalam hal ini BPJN NTT yang telah membangun jalan sabuk merah ini,”ujar Frans Feka.
(Arnold).

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *