Yusinta Ningsih Nenobahan: “Malaikat Tanpa Sayap dari TTS, Penolong Keluarga di Tengah Derita!”

TTS – Dalam diam, seorang wanita asal Timor Tengah Selatan, Yusinta Ningsih Nenobahan, menjadi simbol harapan bagi mereka yang terpinggirkan. Tanpa pamrih dan tanpa kenal lelah, Yusinta hadir untuk mereka yang membutuhkan, memberikan uluran tangan di tengah keterbatasan.

Kisah keluarga Pak Deni menjadi salah satu bukti nyata. Pak Deni, yang menderita stroke, terpaksa berhenti berobat karena kendala finansial. Dengan status pengguna BPJS mandiri, beban pembayaran iuran yang tak mampu dilunasi membuat akses pengobatan tertutup rapat. Dalam keputusasaan, istrinya, Siti Aobiah, yang berasal dari Kampung Cibakatul, mencari jalan keluar hingga akhirnya bertemu dengan Yusinta.

“Saya benar-benar tidak tahu harus bagaimana. BPJS suami dan anak saya sudah lama tidak aktif karena kami tidak sanggup membayar. Tapi, Ibu Yusinta hadir seperti jawaban doa. Terima kasih sudah membantu kami,” ungkap Siti Aobiah, penuh rasa syukur.

Yusinta tak hanya membantu dengan materi, tetapi juga memberikan dukungan moral yang membuat keluarga Pak Deni kembali bersemangat melawan keterpurukan. Baginya, menolong bukan soal siapa atau dari mana mereka berasal, melainkan panggilan hati untuk meringankan beban sesama.

“Saya percaya bahwa tangan yang memberi adalah tangan yang diberkati. Jika kita bisa membantu, lakukanlah tanpa menimbang siapa mereka. Semua orang berhak atas harapan,” kata Yusinta, penuh ketulusan.

Kisah ini mengingatkan kita bahwa di tengah hiruk-pikuk dunia, masih ada orang-orang yang memilih untuk melayani, bukan demi pujian, tetapi karena cinta kepada sesama. Yusinta Nenobahan, sosok inspiratif yang membuktikan bahwa kebaikan hati tak mengenal batas.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *