Program JKN Menjadi Penopang Hidup Keluarga di Sumba Timur

Waingapu, – Di tengah hamparan savana dan pesisir pantai yang menawan di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, tersimpan kisah inspiratif tentang kekuatan sebuah program jaminan kesehatan. Kisah ini berpusat pada Mathelda Gabriel (63), seorang warga Desa Kawangu yang berjuang melawan gagal ginjal, dan suaminya, Nikson Djangga Mbiliyora (63), yang teguh mendampingi.

Sejak didiagnosis gagal ginjal pada tahun 2020, hidup Mathelda dan Nikson berubah drastis. Hemodialisis, prosedur cuci darah yang vital bagi kelangsungan hidupnya, menjadi rutinitas dua kali seminggu. Bayangan biaya pengobatan yang menjulang tinggi sempat menghantui pasangan ini. Namun, berkat Program JKN, beban berat itu sirna.

“Sebelum sakit, kami jarang menggunakan JKN,” ungkap Nikson dengan nada syukur. “Tetapi, sejak diagnosis gagal ginjal, JKN menjadi penyelamat kami. Setiap Senin dan Kamis, Mathelda menjalani hemodialisis. Alhamdulillah, semua biaya ditanggung sepenuhnya oleh BPJS Kesehatan. Tidak ada biaya tambahan sedikit pun.”

Nikson menggambarkan betapa mahalnya biaya hemodialisis. “Sekali cuci darah bisa jutaan rupiah. Bayangkan jika dua kali seminggu! Tanpa JKN, saya tak tahu bagaimana kami bisa bertahan.” Kata-kata Nikson tersebut menyiratkan keprihatinan mendalam akan beban ekonomi yang mungkin ditanggung oleh banyak keluarga Indonesia jika tanpa adanya JKN.

Lebih dari sekadar penjamin biaya, JKN juga memberikan kemudahan administrasi. “Cukup tunjukkan KTP,” jelas Nikson, “prosesnya cepat dan mudah.

Tidak perlu lagi repot dengan fotokopi atau dokumen lain.” Kemudahan ini merupakan bukti nyata dari peningkatan layanan publik yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Kisah Mathelda dan Nikson bukan sekadar cerita tentang pengobatan. Ini adalah kisah tentang harapan dan ketahanan, yang diiringi oleh pelayanan kesehatan yang prima. “Pelayanan rumah sakit sangat baik,” puji Nikson. “Petugasnya ramah dan sigap. Istri saya juga mendapat dukungan moral dari tenaga kesehatan.”

Di akhir perbincangan, Nikson menyampaikan harapannya agar Program JKN terus berlanjut dan berkembang. Kisahnya menjadi bukti nyata bagaimana sebuah program pemerintah mampu memberikan dampak positif yang signifikan, bahkan mengubah nasib sebuah keluarga di pelosok negeri.

Kisah ini menjadi inspirasi bagi kita semua, untuk selalu menghargai dan mendukung keberlangsungan Program JKN demi terciptanya Indonesia yang lebih sehat dan sejahtera.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *