Kupang, – Setelah penantian panjang dan serangkaian tantangan alam, secercah harapan kini membayangi warga Kota Kupang, khususnya yang bergantung pada akses vital Jalan Taebenu di Kelurahan Oebufu, Kecamatan Oebobo. Sejak 03 Juni 2025, proyek pengerjaan Jalan Taebenu secara resmi memasuki babak baru yang krusial, ditandai dengan selesainya proses lelang dan CV Panca Konstruksi sebagai pemenang.
Ini adalah langkah monumental menuju pemulihan infrastruktur yang telah lama dinanti.
Hal tersebut disampaikan oleh Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kupang, Maxi Dethan. “Lelang sudah selesai, dan saat ini kami sedang memulai proses MC nol (Mutual Check nol),” ujar Maksi Dethan.
Proses MC nol ini menandakan tahap awal persiapan di lapangan sebelum konstruksi fisik dimulai, memberikan sinyal kuat bahwa alat berat dan pekerja akan segera beraktivitas di lokasi.
Proyek perbaikan Jalan Taebenu bukanlah sekadar pembangunan fisik biasa; ini adalah simbol ketahanan dan komitmen pemerintah daerah dalam menghadapi dampak bencana alam. Jalan ini telah menjadi saksi bisu keganasan Badai Seroja pada tahun 2021 yang menyebabkan kerusakan parah, dan kembali putus total pada Februari 2024 akibat intensitas hujan yang tinggi.
Kondisi ini telah berulang kali melumpuhkan aktivitas warga, menghambat mobilitas, dan berdampak pada perekonomian lokal.
Anggaran sebesar Rp13,269 miliar telah dialokasikan untuk proyek ini, menunjukkan keseriusan Pemerintah Kota Kupang dalam memastikan kualitas dan keberlanjutan infrastruktur.
Dengan target penyelesaian dalam 150 hari kerja, diharapkan Jalan Taebenu akan kembali dapat diakses sepenuhnya sebelum pergantian tahun. Periode konstruksi yang terukur ini juga diikuti dengan masa perawatan satu tahun pasca-penyelesaian, guna memastikan jalan tetap prima dan tahan terhadap kondisi cuaca ekstrem di masa mendatang.
“Kami menargetkan penyelesaian dalam 150 hari kerja, diikuti masa perawatan satu tahun. Ini adalah komitmen kami untuk memastikan jalan ini tidak hanya terbangun, tetapi juga bertahan lama,” tambah Maksi Dethan kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu 11 Juni 2025.
Sementara Pejabat Pembuat Komitmen Jeck Pu’u menjelaskan bahwa proyek tersebut telah berkontrak sejak Juni – hingga 30 Oktober 2025.
Dikatakan bahwa proyek senilai Rp13,269 M bersumber dari APBD II.
Ia menyebut bahwa lebar jalan berkisar antara 5- 6 meter,dengan panjang penanganan 100- 200 meter.

Sebelumnya, Wali Kota Kupang telah berulang kali menekankan pentingnya perbaikan Jalan Taebenu dan menargetkan dimulainya pengerjaan pada Mei 2025.
Meskipun sedikit bergeser dari target awal, penyelesaian lelang pada Juni 2025 ini menunjukkan bahwa progres berjalan sesuai jalur yang direncanakan, menggambarkan koordinasi yang efektif antara berbagai pihak terkait.
Pembangunan kembali Jalan Taebenu lebih dari sekadar perbaikan infrastruktur.
Ini adalah investasi pada masa depan konektivitas Kota Kupang. Jalan yang kokoh dan dapat diandalkan akan memperlancar distribusi barang dan jasa, membuka peluang ekonomi baru, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan mempersingkat waktu tempuh dan mengurangi risiko kecelakaan.
Kehadiran kembali Jalan Taebenu yang fungsional akan menjadi jembatan penghubung yang menginspirasi, simbol dari ketangguhan komunitas yang bangkit setelah diterpa badai.
Ini adalah bukti nyata bahwa dengan semangat kolaborasi dan komitmen, setiap tantangan dapat diatasi, dan setiap harapan dapat diwujudkan.

Tinggalkan Balasan