Kupang — Nama Muhammad Zaki Zikrillah Prasong kembali menggaung di panggung olahraga Asia Tenggara. Atlet pencak silat asal Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) itu sukses mempersembahkan medali emas untuk Indonesia pada SEA Games Thailand 2025, menegaskan konsistensinya sebagai salah satu pesilat terbaik Tanah Air.
Zaki memastikan emas setelah lawannya dari tuan rumah Thailand menyatakan mundur pada laga penentuan. Hasil tersebut sekaligus mengantar Merah Putih berdiri di podium tertinggi cabang pencak silat.
Bagi Zaki, emas di Thailand bukan yang pertama. Atlet berusia 25 tahun kelahiran Kota Kupang ini sebelumnya juga meraih medali emas SEA Games Kamboja 2023, menjadikannya dua kali juara SEA Games secara beruntun.
Prestasi Zaki terbangun dari perjalanan panjang yang konsisten. Pada PON Sumatera Utara–Aceh 2024, ia tampil gemilang dengan mempersembahkan medali emas untuk NTT. Dua tahun sebelumnya, Zaki juga meraih emas pada Popnas Sumatera Barat 2022, menegaskan dominasinya sejak level nasional.
Di level internasional, putra dari Fachrudin Prasong, Sekretaris IPSI Kota Kupang, itu juga mencatat prestasi membanggakan dengan meraih medali perak Asia Pencak Silat Championship VII di Dubai pada 2023.
Bakat Zaki telah terlihat sejak awal. Debutnya di ajang PON Papua 2021 langsung berbuah medali perunggu.
Dari tanah timor Kota Kupang Indonesia—tempat matahari pertama terbit—langkah awal itu menjadi cahaya yang terus menerangi perjalanan kariernya hingga kini.
Seiring waktu, sinar tersebut kian terang. Zaki tumbuh menjadi salah satu atlet pencak silat paling menonjol yang pernah dimiliki NTT, sekaligus simbol bahwa daerah mampu melahirkan juara kelas dunia.
Keberhasilan Zaki di SEA Games Thailand 2025 bukan hanya kebanggaan bagi Kota Kupang dan NTT, tetapi juga menegaskan posisi Indonesia sebagai kekuatan utama pencak silat di Asia Tenggara.
Dengan usia yang masih muda dan grafik prestasi yang terus menanjak, harapan besar kini tertumpu pada Zaki untuk terus mengharumkan nama NTT dan Indonesia, di panggung Asia bahkan dunia.

Tinggalkan Balasan