Kupang, – Dalam momentum penuh makna, Ketua INTI Nusa Tenggara Timur (NTT), Theodorus Widodo, melepas secara resmi 12 calon mahasiswa asal NTT yang akan melanjutkan studi ke Universitas Nantong, Cina. Acara pelepasan sekaligus pembekalan yang berlangsung di Kupang malam tadi bukan sekadar tradisi, melainkan wujud komitmen kuat untuk mengirimkan generasi terbaik menuntut ilmu demi kemajuan daerah dan bangsa.Theodorus Widodo menyuarakan pesan berani dan optimis kepada para calon mahasiswa yang telah melewati proses seleksi ketat selama hampir setahun. “Seleksi kami sederhana namun akurat: hanya wawancara jarak jauh dalam bahasa Inggris. kemampuan bahasa Mandarin belum diwajibkan karena pada tahun pertama mereka akan belajar intensif sebelum memasuki jurusan utama,” ungkapnya tegas.Lebih dari sekadar studi, Theodorus menekankan nilai kebersamaan dan tanggung jawab moral, “Satu kesulitan bagi seorang teman adalah kesulitan bagi semuanya, dan satu keberuntungan bagi seorang teman adalah keberuntungan bagi semuanya.” Hal ini disambut hangat oleh hadirin yang memahami bahwa keberhasilan individu harus menjadi milik bersama—sebuah etos kolektif yang menjadi fondasi kuat membangun NTT dan Indonesia ke depan.Dalam kata sambutannya, Ketua INTI menyatakan dengan pasti, “Belajarlah dengan giat, gali ilmu seluas-luasnya, dan bawa pulang sebagai modal membangun tanah kelahiran.” Para siswa ini bukan hanya calon intelektual, tapi yang paling penting, adalah pahlawan pendidikan dari Timur yang diharapkan mampu menjawab tantangan zaman dan membawa perubahan nyata.Acara ini juga diwarnai apresiasi terhadap lima sekolah asal NTT yang berhasil menembus seleksi ketat, dengan SMA Giovanni Kupang sebagai penyumbang terbesar peserta, yakni tiga siswa. Seluruh biaya pendidikan ditanggung oleh penyelenggara beasiswa, termasuk uang saku yang cukup untuk kebutuhan hidup, sehingga mahasiswa didorong fokus tanpa beban finansial.Theodorus berharap program ini tumbuh lebih luas lagi, menjangkau Flores, Sumba, Timor, dan wilayah lain.Ia berujar, “Dukungan orang tua dan masyarakat sangat penting. Anak-anak ini adalah harapan seluruh NTT dan Indonesia. Mari kita kawal bersama mereka agar sukses dan pulang membangun daerah.”Di penghujung acara, inspirasi juga datang dari Mariana Nino Bais, Wakil Ketua Bidang Pendidikan INTI, dan RD. Stefanus Mau, Kepala Sekolah SMA Giovanni Kupang, yang mewakili kepala sekolah lainnya, serta wakil orang tua mahasiswa, turut menanamkan semangat juang dan harapan besar agar kekompakan tetap terjaga hingga kelulusan dan kebangkitan daerah tercapai.Dalam dunia yang kian kompetitif dan dinamis, pengiriman mahasiswa NTT ke luar negeri bukan sekadar perjalanan akademik, melainkan sebuah gerakan strategis mencetak pemimpin masa depan yang kritis, bertanggung jawab, dan berjiwa sosial tinggi. Seperti yang ditegaskan Theodorus, ini adalah langkah awal transformasi pendidikan dan pembangunan NTT yang tidak boleh ditunda lagi.
Sebanyak 12 Calon Mahasiswa NTT Siap Ukir Prestasi di Cina, INTI Tegaskan Misi Besar Bangun Daerah

Tinggalkan Balasan