Kupang, – Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., secara langsung menyatakan komitmen Pemerintah Kota Kupang dalam mendukung geliat seni rupa lokal. Pernyataan ini disampaikannya saat menghadiri Pameran Drawing “Bakumpul” yang diselenggarakan oleh komunitas seniman Kota Kupang di Basement Café pada Minggu (1/6/2025). Pameran tersebut berhasil memukau pengunjung dengan 112 karya dari 36 seniman, menampilkan beragam medium mulai dari sketsa, lukisan, hingga digital art.
Apresiasi Tinggi untuk Kreativitas Tanpa Batas
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Francis menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi dan kreativitas para seniman. Ia menegaskan bahwa Pameran “Bakumpul” bukan sekadar ajang unjuk karya, melainkan sebuah manifestasi nyata dari potensi seni rupa yang luar biasa di Kota Kupang.
“Saya melihat karya-karya yang sarat makna. Bahkan ada karya dari bahan daur ulang yang disusun dengan sangat indah dan bernilai seni tinggi. Ini menunjukkan bahwa Kupang kaya akan bakat dan imajinasi kreatif,” ujar Wawali, menyoroti keberagaman dan kedalaman ekspresi yang ditampilkan.
Komentar ini menggarisbawahi pentingnya inovasi dan pemanfaatan berbagai material, termasuk daur ulang, sebagai medium artistik yang tidak hanya estetik namun juga memiliki pesan lingkungan.
Komitmen Pemerintah Kota: Sanggar Seni Siap Difasilitasi
Lebih lanjut, Wakil Wali Kota Francis juga memberikan angin segar bagi komunitas seni. Ia menyatakan bahwa Pemerintah Kota Kupang akan terus mendukung kegiatan seni budaya. Salah satu bentuk dukungan konkret yang sedang direncanakan adalah penyediaan sanggar seni bagi para seniman lokal. Fasilitas ini diharapkan dapat menjadi pusat kreativitas, interaksi, dan ruang pamer bagi hasil karya mereka.
Janji ini menjadi sebuah langkah strategis yang dinanti-nantikan para seniman, mengingat kebutuhan akan ruang yang representatif untuk berkarya dan berkolaborasi. Ketersediaan sanggar seni dapat menjadi katalisator bagi perkembangan ekosistem seni rupa di Kupang, memungkinkan lebih banyak eksperimen, diskusi, dan pameran yang berkelanjutan.
“Bakumpul“: Lebih dari Sekadar Pameran, Sebuah Momentum Refleksi
Ketua Panitia Pameran, Rico Amtiran, menjelaskan bahwa “Bakumpul” merupakan bagian dari peringatan Bulan Menggambar Nasional yang jatuh setiap tanggal 2 Juni. Edisi keempat ini mengusung tema “Bakumpul” bukan tanpa alasan.
“Kami ingin pameran ini bukan hanya ajang apresiasi seni, tetapi juga ruang pertemuan dan refleksi bersama. Apalagi di tengah kemajuan teknologi seperti AI, para seniman dituntut untuk terus beradaptasi dan menjaga eksistensi,” ungkap Rico.
Pernyataan Rico menyoroti tantangan sekaligus peluang yang dihadapi seniman di era digital. Kehadiran Artificial Intelligence (AI) dalam dunia seni memang menjadi topik hangat, mendorong seniman untuk terus berinovasi dan memperkuat identitas karya orisinal mereka. Pameran “Bakumpul” sendiri menjadi ajang penting untuk menunjukkan bahwa seni tradisional dan kontemporer dapat hidup berdampingan dan saling menginspirasi.
Pameran Drawing “Bakumpul” secara keseluruhan menjadi sebuah momentum krusial dalam mendorong ruang ekspresi kreatif di Kota Kupang. Acara ini tidak hanya mempererat komunitas seni yang terus tumbuh dan berkembang, tetapi juga mengirimkan sinyal positif bahwa dukungan pemerintah daerah terhadap sektor seni dan budaya semakin menguat. Dengan kolaborasi yang harmonis antara seniman dan pemerintah, masa depan seni rupa Kota Kupang tampak semakin cerah, siap melahirkan lebih banyak talenta dan karya inovatif yang mendunia.

Tinggalkan Balasan