Kupang, – Terobosan signifikan dalam penanganan nyeri kronis pada lansia menjadi sorotan utama di Kota Kupang. Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, bersama Wakil Wali Kota Serena Francis, memimpin langsung kegiatan bakti sosial yang secara khusus menargetkan 150 lansia penderita nyeri.
Acara ini bukan sekadar pengobatan biasa, melainkan sebuah demonstrasi nyata peran penting dokter spesialis anestesi dalam meredakan nyeri yang membandel, khususnya nyeri lutut dan bahu.
Digelar bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila pada Minggu, 1 Juni 2025, di RSUD S.K. Lerik Kupang, inisiatif ini merupakan kolaborasi kuat antara Pemerintah Kota Kupang, Komda Lansia Kota Kupang, Komunitas Ling Tien Kung, dan Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN) NTT. Langkah progresif ini menepis anggapan umum bahwa dokter anestesi hanya berperan di ruang operasi.
Injeksi Akurat Berbasis USG: Solusi Jitu untuk Nyeri Kronis
Wali Kota Widodo menjelaskan, kegiatan ini bertujuan memperkenalkan masyarakat pada metode penanganan nyeri yang lebih canggih. “Masyarakat kini dapat memeriksakan keluhan nyeri kepada dokter anestesi,” tegas dr. Christian Widodo. “Kami tidak hanya memberikan obat, tetapi juga melakukan tindakan medis intervensi berupa penyuntikan langsung ke titik nyeri.”
Yang membedakan bakti sosial ini dari pengobatan gratis pada umumnya adalah penggunaan teknologi ultrasonografi (USG) sebagai panduan saat melakukan penyuntikan.
“Prosedur suntik menggunakan panduan USG memungkinkan dokter melihat langsung posisi jaringan dan celah sendi sebelum menyuntik, sehingga prosedur lebih akurat dan aman,” imbuhnya. Akurasi ini krusial untuk memastikan obat anti nyeri tepat sasaran, meminimalkan risiko komplikasi, dan mempercepat pemulihan.
Ketua Panitia Bakti Sosial Nyeri, dr. Sanfred Ly, menambahkan, “Tidak seperti pengobatan gratis yang hanya memberi obat, bakti sosial nyeri ini melibatkan tindakan medis intervensi. Prosesnya butuh waktu dan ketelitian, serta melibatkan penggunaan USG.
” Ini adalah lompatan besar dalam layanan kesehatan bagi lansia, menawarkan harapan baru bagi mereka yang bertahun-tahun hidup berdampingan dengan nyeri.
Lena Wati: Kisah Nyata Pemulihan Nyeri Bahu
Salah satu pasien yang merasakan langsung manfaat kegiatan ini adalah Lena Wati. Penderita nyeri bahu ini mengungkapkan kegembiraannya. “Saya sangat senang mengikuti kegiatan Bakti Sosial Nyeri ini. Saya merasa terbantu karena baru pertama kali mengikuti seminar dan bakti sosial yang secara khusus menangani masalah nyeri,” ujar Lena Wati.
Setelah menjalani prosedur dari tim dokter, Lena Wati menargetkan pemulihan total agar nyeri bahunya berkurang atau hilang, memungkinkannya kembali bekerja secara maksimal. Kisah Lena Wati adalah bukti nyata efektivitas pendekatan inovatif ini dan menjadi inspirasi bagi banyak lansia lain yang mungkin menyerah pada nyeri kronis. Harapannya, kegiatan serupa dapat terus dilakukan, menjangkau lebih banyak lansia yang menderita nyeri punggung, kaki, atau sendi lainnya.
Inisiatif Wali Kota Kupang ini bukan hanya sekadar bakti sosial, melainkan sebuah pernyataan kuat tentang komitmen pemerintah daerah terhadap kesehatan dan kesejahteraan lansia, sekaligus menjadi pionir dalam memperkenalkan metode penanganan nyeri yang lebih modern dan efektif di Indonesia.

Tinggalkan Balasan