Soe, – Yayasan Yusintha Ningsih Sejahtera ( YNS) kembali menunjukan komitmen dan pergerakan yang menyatukan cinta, iman, dan negara dalam satu helai ikatan bernama Gerakan Sadar Menikah (Gas Nikah) di Gereja GMIT Sonhalan, Niki-Niki,Klasis Amanuban Timur Selatan,Kecamatan Amanuban Tengah,Kabupaten Timor Tengah Selatan,NTT.
Sebanyak 54 pasangan resmi mengucapkan janji suci, dari mereka yang baru membangun rumah tangga hingga pasangan lanjut usia yang sudah menggendong cucu. Bahkan, seorang pasangan berusia 60 tahun yang telah memiliki tiga cucu pun turut melangkah ke altar, menandakan bahwa cinta dan legalitas tidak pernah mengenal kata terlambat.
Tidak berhenti di situ, 36 anak menerima baptisan kudus pada momen yang sama, meneguhkan kelahiran generasi baru dari keluarga yang kini diakui penuh oleh gereja dan negara.
Ikatan Kasih dan Legalitas
Pendiri Yayasan Yusinta Ningsih Sejahtera (YNS), Yusinta Nenobahan Syarief, hadir langsung dan menegaskan bahwa Gas Nikah adalah gerakan moral yang lahir dari kebutuhan mendasar masyarakat.
“Pernikahan sah adalah pintu menuju peradaban. Dari sana anak-anak bisa bersekolah dengan data lengkap, keluarga bisa mengakses layanan kesehatan, dan masyarakat bisa keluar dari jerat kemiskinan. Surat nikah bukan hanya kertas, melainkan fondasi masa depan,” ujar Yusinta Nenobahan.
Acara ini berlangsung berkat sinergi tiga pilar: gereja, yayasan sosial, dan pemerintah daerah. Ketua Klasis Amanuban Timur Selatan, Pdt. Seprianus Yohanis Adonis, S.Th., memimpin liturgi pemberkatan. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten TTS memastikan semua pasangan keluar dari gereja dengan status hukum yang sah.
Ketua dan bendahara Klasis Amanuban Tengah Utara menyampaikan apresiasi, menegaskan bahwa kolaborasi seperti ini bukan saja memperkuat iman jemaat, tetapi juga memperkokoh tatanan sosial masyarakat.
Pernikahan massal ini menjadi sebuah moment bahwa masyarakat seperti sebatang tenun Timor—benang iman, benang hukum, dan benang kasih sosial harus dirajut bersama agar menghasilkan kain kehidupan yang indah.
Yang uniknya acara nikah massal tersebut terdapat pasangan yang berumur 60 tahun dan telah memiliki tiga orang cucu.
Dari gereja kecil tersebut pesan ini mengalir ke seluruh nusantara: pembangunan bangsa dimulai dari rumah tangga yang kokoh, legalitas yang jelas, dan cinta yang tidak lekang oleh waktu.
Gas Nikah merupakan gerakan peradaban dari desa kecil di Timor yang menunjukkan kepada Indonesia bahwa cinta dan hukum bisa berjalan seiring, menyalakan harapan di tengah keterbatasan.(Arnold).

Tinggalkan Balasan