Kasatker PJN I Azhari Pacu Progres Paket IJD: Dua Bulan Efektif, Target Harian Jadi Kunci

Kupang — Kepala Satuan Kerja (Kasatker) PJN I Nusa Tenggara Timur, Azhari, menegaskan komitmennya untuk mempercepat penyelesaian paket IJD (Infrastruktur Jalan Daerah) yang kini tengah berjalan di beberapa kabupaten. Dalam rapat koordinasi terbaru, ia menekankan pentingnya laporan harian dan target kerja yang terukur agar seluruh paket dapat rampung sesuai waktu yang direncanakan.

“Upaya percepatan ini sangat penting. Kita hanya punya dua bulan efektif untuk menuntaskan pekerjaan. Karena itu, saya minta laporan setiap hari dari pelaksana di lapangan,” ujar Azhari kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin(27/10/2025).

Ia menyebutkan, dari seluruh lokasi kerja di bawah PJN I, Kabupaten Kupang menjadi wilayah dengan progres tercepat. Sementara itu, untuk paket Silu–Oemofa, pengaspalan ditargetkan dimulai sekitar tanggal 5 November 2025.

“Di Sumba, pekerjaan masih pada tahap timbunan urpil dan agregat. Rencananya pengaspalan baru bisa dimulai sekitar tanggal 20-an November,” jelas Azhari.

Menurutnya, perbedaan kecepatan di lapangan disebabkan oleh hasil pengujian laboratorium material yang belum seluruhnya rampung, khususnya di Sumba. “Untuk Kabupaten Kupang, hasil laboratorium sudah selesai, jadi mereka bisa jalan lebih cepat. Tapi di Sumba, hasilnya masih dalam proses,” ungkapnya.

Azhari juga menyampaikan bahwa tim dari Pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten telah turun langsung meninjau lokasi terutama titik yang masuk dalam kawasan huta.

Ia menegaskan bahwa permasalahan biaya ganti rugi merupakan kewenangan pemerintah daerah.

“Kita harap tiga paket pekerjaan IJD di wilayah PJN I ini bisa tuntas tepat waktu. Koordinasi antara pusat dan daerah harus terus dijaga,” ujarnya.

Selain itu, Azhari menekankan pentingnya peran konsultan supervisi untuk memastikan mutu dan pengawasan teknis tetap berjalan ketat. “Tugas pengawasan harus dilaksanakan setiap hari, meskipun berat. Konsultan harus siap di lapangan dan tidak kehilangan ritme kerja,” tutupnya.

 

 

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *