Kupang — Peningkatan jalan penghubung Silu–Oemofa di Kecamatan Amabi Oefeto Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, menunjukkan progres pesat. Baru 15 hari sejak kontrak kerja efektif, capaian fisik proyek telah menembus 3 persen—melampaui target awal yang ditetapkan.
Pekerjaan konstruksi jalan ini resmi dimulai pada 10 Oktober 2025 dan dibiayai lewat Program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah 2025 (IJD). Proyek bernilai lebih dari Rp22,5 miliar itu menjadi urat nadi penghubung bagi puluhan desa di kawasan selatan Kabupaten Kupang. Masa pelaksanaan hanya 83 hari kalender, atau sekitar tiga bulan.
Menurut Budy, staf konsultan pengawas proyek, strategi percepatan dilakukan dengan bekerja serentak di beberapa titik sekaligus sejak kontrak efektif diberlakukan.
“Sejak kontrak dimulai tanggal 10 Oktober, kami langsung bergerak. Kini, sebagian ruas sudah sampai tahap pemasangan lapisan agregat setelah urugan pilihan selesai. Total pekerjaan lebih dari 300 meter. Dalam beberapa minggu ke depan, kami targetkan ada titik yang bisa mulai diaspal,” ujar Budy, Sabtu (25/10/2025).
Ia menambahkan, durasi kerja yang singkat menuntut pelaksana proyek untuk bergerak cepat dan efisien, termasuk dari sisi logistik, peralatan, serta tenaga kerja.
“Pekerjaan utama adalah pengaspalan sepanjang 5,3 kilometer. Karena itu, semua harus terencana dengan baik—apalagi musim hujan sudah di depan mata,” katanya.
Meski progres di lapangan terbilang mulus, tim pelaksana masih menghadapi satu tantangan utama: sebagian ruas jalan sepanjang lebih dari satu kilometer melintasi kawasan hutan lindung.
“Segmen yang melalui kawasan hutan sudah dikoordinasikan dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) NTT. Sambil menunggu proses izin dan penyesuaian teknis, kami alihkan pekerjaan ke segmen lain agar target tetap tercapai,” jelas Budy.
Program IJD 2025 sendiri baru diluncurkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada akhir September lalu dan mulai efektif pada minggu kedua Oktober. Program ini dikelola oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT dan mencakup sejumlah wilayah prioritas seperti Kabupaten Kupang, Malaka, dan Pulau Sumba.
Dengan progres yang melampaui target di awal pelaksanaan, proyek Silu–Oemofa diharapkan menjadi salah satu contoh keberhasilan percepatan infrastruktur di daerah terpencil Nusa Tenggara Timur.

Tinggalkan Balasan