​Bupati TTU ‘Warning’ Keras Penerima Bantuan Sapi: Dipelihara, Bukan Dijual!

Kefamenanu,– Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) kembali menunjukkan langkah konkret dalam pengentasan kemiskinan berbasis pemberdayaan lokal. Bupati TTU, Yosep Falentinus Delasalle Kebo, secara simbolis menyerahkan bantuan puluhan ekor sapi kepada masyarakat Desa Fatutasu, Kecamatan Miomaffo Barat, Jumat (24/4).

​Bantuan yang bersumber dari Program Terasa (Bantuan Ternak Sapi) Tahun Anggaran 2025 ini menyasar 30 penerima manfaat. Namun, ada pesan menohok di balik prosesi adat yang meriah tersebut: Bupati menegaskan bahwa sapi-sapi ini adalah modal kesejahteraan, bukan komoditas instan untuk dijual.

​Komitmen Ekonomi Berkelanjutan

​Dalam sambutannya yang bernada tegas namun persuasif, Bupati Yosep menekankan bahwa Program Terasa dirancang sebagai stimulan ekonomi jangka panjang.

​”Bantuan ini bukan untuk dijual. Saya minta dipelihara dengan sungguh-sungguh agar berkembang biak. Tujuannya jelas, agar manfaatnya berputar dan bisa dirasakan oleh masyarakat lain secara berkelanjutan,” ujar Bupati Yosep di hadapan warga Fatutasu.

​Langkah ini dinilai sebagai strategi cerdas Pemkab TTU untuk menciptakan kemandirian ekonomi desa di tengah tantangan inflasi dan kebutuhan pangan nasional. Sektor peternakan yang menjadi tulang punggung wilayah NTT kini dipacu untuk lebih produktif dan terukur.

​Budaya dan Pembangunan Beriringan

​Kehadiran orang nomor satu di TTU ini disambut dengan prosesi adat yang kental, menandakan bahwa kebijakan pemerintah mendapat legitimasi moral yang kuat dari masyarakat akar rumput. Antusiasme warga Fatutasu mencerminkan harapan besar terhadap pemerataan kesejahteraan yang selama ini diperjuangkan.

​Pengamat kebijakan publik menilai, keberhasilan Program Terasa akan menjadi preseden penting bagi Kabupaten TTU dalam membuktikan bahwa bantuan pemerintah pusat maupun daerah dapat dikelola secara mandiri oleh masyarakat jika disertai dengan pengawasan dan komitmen yang kuat.

​Dengan penyaluran 30 ekor sapi ini, Desa Fatutasu diproyeksikan menjadi salah satu lumbung ternak yang mampu mendongkrak Pendapatan Asli Desa (PADes) sekaligus meningkatkan taraf hidup keluarga penerima manfaat secara signifikan.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *