“Johni Asadoma: Menyulam Mimpi NTT yang Baru”!

Jakarta,– Suasana pagi di Anjungan Nusa Tenggara Timur (NTT) Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta begitu semarak. Bukan semata karena keindahan arsitektur rumah adat yang berdiri megah, namun juga karena kehadiran Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, yang memimpin inspeksi mendalam terhadap aset-aset Pemerintah Provinsi NTT di lokasi tersebut. Langkah ini menandai komitmen nyata pemerintah daerah untuk mengoptimalkan potensi yang ada demi kesejahteraan masyarakat NTT.

Didampingi Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Kosmas Lana, dan para pimpinan perangkat daerah, Wagub Johni Asadoma dengan seksama meninjau setiap sudut anjungan. Bukan sekadar melihat, namun juga merasakan denyut nadi aset-aset tersebut. Rumah adat yang menyimpan kekayaan budaya, gedung yang berpotensi untuk kegiatan komersial, hingga kamar-kamar yang dapat disewakan – semuanya menjadi fokus perhatian. Inspeksi ini bukan hanya soal angka dan data, melainkan tentang bagaimana aset-aset tersebut dapat bercerita, berkontribusi, dan berdampak positif bagi NTT.

Hasilnya? Sebuah kesadaran kolektif untuk memaksimalkan potensi yang ada. Wagub Johni Asadoma menekankan pentingnya Badan Pendapatan dan Aset Daerah (BPAD) Provinsi NTT untuk memiliki database aset yang akurat dan terintegrasi. Data yang komprehensif, mencakup aset di wilayah NTT maupun di luar NTT, menjadi kunci utama dalam perencanaan dan pengelolaan aset yang efektif dan efisien. Bayangkan, potensi pendapatan daerah yang terpendam selama ini, kini dapat diungkap dan dioptimalkan.

Lebih lanjut, Wagub Johni Asadoma memberikan arahan penting dalam Rapat Pimpinan (Rapim) yang digelar seusai inspeksi. Di hadapan para pimpinan perangkat daerah, beliau menyampaikan pesan yang sangat kuat: NTT membutuhkan lompatan besar. Bukan hanya kerja keras, tetapi juga kerja cerdas, kerja tulus, dan inovasi yang tak kenal lelah.

“Kita harus mengubah stigma masyarakat tentang NTT,” tegas Wagub Johni. “Stigma kemiskinan, stunting, dan maraknya kasus perdagangan orang (TPPO) harus kita tekan dengan kerja nyata. Kita harus menunjukkan kepada dunia bahwa NTT mampu bangkit dan maju.”

Arahan Presiden Prabowo Subianto terkait efisiensi anggaran menjadi landasan penting dalam Rapim ini. Wagub Johni menekankan pentingnya setiap program dan kegiatan selaras dengan visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur, sehingga anggaran yang terbatas dapat dimaksimalkan untuk mendukung program prioritas. Salah satu fokus utama adalah pengembangan road map hilirisasi non-tambang, terutama di sektor pertanian, peternakan, dan perikanan. Hilirisasi ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah produk lokal dan kesejahteraan masyarakat.

Wagub Johni juga menekankan pentingnya investasi yang sehat, bersih, dan transparan. Pelayanan prima kepada masyarakat harus menjadi prioritas utama, tanpa ruang untuk pungutan liar dan praktik-praktik koruptif. Digitalisasi pelayanan investasi dan perizinan menjadi kunci untuk menekan angka pungutan liar dan menciptakan iklim investasi yang kondusif.

“Mau maju? Kita harus kreatif dan berinovasi!” seru Wagub Johni. “Tunjukkan kerja nyata, tingkatkan loyalitas, empati, dan keteladanan. Komunikasi yang efektif dan komitmen yang kuat dalam kinerja adalah kunci keberhasilan kita.”

Inspeksi di TMII hanyalah langkah awal. Wagub Johni Asadoma berencana untuk melanjutkan inspeksi aset Pemda di berbagai wilayah, termasuk Depok, Bandung, dan Yogyakarta, sebelum bergabung dengan Gubernur NTT dalam retret Kepala Daerah di Magelang. Perjalanan panjang menuju NTT yang lebih maju masih terus berlanjut, dan komitmen untuk berbenah semakin nyata. Langkah-langkah strategis yang telah dicanangkan ini menjadi bukti nyata bahwa NTT tidak hanya bermimpi, tetapi juga berani bertindak untuk mewujudkan mimpi tersebut.( Arnold).

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *