Realisasi Pekerjaan Preservasi Jalan di TTU Capai 76%, BPJN NTT Targetkan Selesai Akhir Tahun

Kupang, – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Timur melalui Satuan Kerja (Satker) PJN 2 menyampaikan capaian progres fisik untuk paket pekerjaan preservasi jalan nasional di TTU. Kepala Satker PJN II , Fahrudin ST.MT, kepada wartawan pada Jumat (24/7/2026), memastikan bahwa realisasi fisik pekerjaan preservasi saat ini telah mencapai 76 persen.

Angka ini menunjukkan percepatan pelaksanaan yang konsisten seiring dengan memasuki triwulan ketiga tahun anggaran 2026. Capaian 76 persen ini mencakup berbagai ruas jalan strategis di Kabupaten Timor Tengah Utara yang menjadi prioritas penanganan untuk menjaga konektivitas antarwilayah dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Fahrudin menjelaskan bahwa pencapaian 76 persen ini bukan sekadar angka statistik, melainkan hasil dari pengawasan ketat terhadap standar teknis nasional. Pekerjaan preservasi yang dilakukan meliputi perbaikan lapisan permukaan, penanganan kerusakan minor, serta pemeliharaan rutin untuk memperpanjang umur pakai jalan.

“untuk TTU sudah 76 persen realisasinya,” ujar Fahrudin saat dikonfirmasi media. Ia menekankan bahwa sisa waktu hingga akhir tahun akan dimanfaatkan secara maksimal untuk menyelesaikan target 100 persen dengan kualitas yang terjamin. Tidak ada kompromi dalam hal mutu material maupun metode pengerjaan, mengingat kondisi geografis TTU yang menuntut daya tahan infrastruktur tinggi terhadap cuaca ekstrem.

Dengan progres yang sudah melewati tiga perempat jalur, dampak positif mulai dirasakan oleh pengguna jalan. Permukaan jalan yang lebih mulus dan bebas dari lubang-lubang kritis diharapkan dapat menekan biaya operasional kendaraan, mengurangi risiko kecelakaan, dan memperlancar distribusi hasil pertanian serta komoditas lainnya dari pedalaman ke pusat kota Kefamenanu.

BPJN NTT melalui Satker PJN 2 juga mengingatkan kepada seluruh kontraktor pelaksana untuk tetap menjaga keselamatan kerja (K3) dan meminimalisir gangguan lalu lintas selama masa penyelesaian proyek. Sinergi dengan pemerintah daerah dan aparat keamanan setempat terus dijaga

Publikasi capaian 76 persen ini merupakan bagian dari komitmen BPJN NTT terhadap transparansi pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Masyarakat diimbau untuk turut mengawasi kualitas pekerjaan di lapangan. Jika ditemukan adanya penyimpangan atau ketidaksesuaian dengan spesifikasi teknis, masyarakat dapat melaporkannya melalui kanal pengaduan resmi Kementerian PUPR.

Dengan realisasi yang mendekati batas akhir tahun, BPJN NTT khususnya Satker PJN 2 optimis dapat membuat infrastruktur jalan yang layak, aman, dan nyaman kepada masyarakat TTU sebelum tahun anggaran 2026 berakhir. Ini adalah wujud nyata kehadiran negara dalam menyediakan infrastruktur dasar yang merata hingga ke wilayah perbatasan.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *