Kupang,— Momentum penting kembali ditorehkan Bank NTT. Melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan dan RUPS Luar Biasa yang digelar di Lantai 2 Kantor Gubernur NTT, Minggu (23/5/2026), para pemegang saham bersama seluruh kepala daerah se-Nusa Tenggara Timur menyepakati berbagai keputusan strategis untuk memperkuat masa depan Bank NTT sebagai bank kebanggaan masyarakat.
Rapat yang dipimpin Gubernur NTT Melki Laka Lena itu dihadiri para bupati dan wali kota se-NTT selaku pemegang saham. Dalam forum tersebut, pemegang saham Seri A secara resmi menerima laporan pertanggungjawaban direksi sebagai bentuk kepercayaan terhadap kinerja dan arah transformasi Bank NTT.
Selain itu, RUPS juga membahas pelaksanaan berbagai program prioritas Pemerintah Provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota agar Bank NTT semakin hadir sebagai motor penggerak ekonomi daerah.
“Semua kepala daerah memiliki semangat yang sama untuk membesarkan Bank NTT agar semakin kuat dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat NTT,” ujar Melki Laka Lena.
Suasana rapat berlangsung konstruktif dengan fokus utama pada pengembangan aset, penguatan tata kelola, hingga peningkatan kapasitas perbankan daerah. Para kepala daerah disebut semakin memahami pentingnya memperkuat “isi perut” Bank NTT agar mampu bersaing dan berkembang di tengah tantangan industri perbankan nasional.
Dalam agenda tersebut, juga dibahas rekomendasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait struktur manajemen Bank NTT, termasuk komposisi tujuh direksi dan satu komisaris. RUPS turut memutuskan pemberhentian dengan hormat Direktur Kepatuhan Bank NTT.
Sementara itu, usulan terkait komisaris independen belum mendapat persetujuan OJK dan akan disesuaikan kembali dengan ketentuan Perseroda serta regulasi dari Kementerian Dalam Negeri.
Kabar menggembirakan lainnya datang dari komitmen penambahan modal daerah. Kabupaten Malaka menambah penyertaan modal sebesar Rp5 miliar, sedangkan Kabupaten Alor sebesar Rp3 miliar. Langkah ini dinilai sebagai bentuk kepercayaan kuat pemerintah daerah terhadap prospek Bank NTT ke depan.
Tak hanya fokus pada penguatan internal, Bank NTT juga didorong untuk memperluas keberpihakan kepada masyarakat, termasuk dukungan pembiayaan bagi pekerja migran asal NTT sebesar Rp50 miliar serta penguatan kredit usaha produktif hingga Rp300 miliar guna mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat.
Dalam hasil RUPS tersebut, posisi Direktur Kepatuhan diisi figur profesional yang berasal dari Bank Jatim, sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola dan profesionalisme manajemen.
Gubernur Melki menegaskan, semangat kolaborasi seluruh kepala daerah menjadi modal utama untuk membawa Bank NTT naik kelas dan semakin kompetitif di tingkat nasional.
“Bank NTT harus tumbuh lebih sehat, lebih kuat, dan menjadi lokomotif pembangunan ekonomi daerah,” tegasnya.
Keputusan-keputusan strategis dalam RUPS tahun ini menjadi sinyal kuat bahwa Bank NTT tengah memasuki babak baru transformasi besar, dengan harapan mampu menjadi bank daerah modern yang tidak hanya kuat secara bisnis, tetapi juga hadir menjawab kebutuhan masyarakat Nusa Tenggara Timur.

Tinggalkan Balasan