Kupang,-Balai Besar Wilayah Sungai Nusa Tenggara II memastikan kesiapan penuh infrastruktur dan personel dalam menghadapi arus mudik Lebaran 1447 Hijriah. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi seperti longsor dan banjir di sejumlah jalur strategis di wilayah Nusa Tenggara Timur.
Kepala BBWS NT II, Parlinggoman Simanungkalit, menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan sistem siaga terpadu yang mencakup posko, personel, hingga alat berat yang mudah dioperasikan di lapangan.
“Kami tidak hanya menyiapkan infrastruktur, tetapi juga memastikan alat-alat berat yang tersedia dapat dioperasikan dengan cepat saat terjadi longsoran, sehingga penanganan bisa dilakukan secara efektif dan tidak menghambat arus mudik,” ujarnya, Rabu (18/3/2026).
Sebagai bagian dari kesiapan tersebut, BBWS NT II telah mendirikan tiga posko utama di wilayah Nusa Tenggara Timur, yakni di Kupang, Maumere, dan Sumba, serta satu posko induk yang berlokasi di Oesao.
Menurut Parlinggoman, seluruh personel telah dijadwalkan secara bergilir untuk siaga penuh selama periode mudik. Sementara itu, alat berat ditempatkan di titik-titik rawan guna mempercepat respons ketika terjadi gangguan di jalur transportasi.
Selama ini, penanganan jalur mudik lebih banyak ditopang oleh sektor bina marga yang berfokus pada konektivitas jalan.
Namun, BBWS NT II kini memperkuat peran dalam pengendalian sumber daya air, khususnya dalam mengantisipasi banjir yang berpotensi mengganggu kelancaran arus kendaraan.
“Kami ingin memastikan tidak ada titik rawan yang luput dari pengawasan. Koordinasi dengan seluruh pihak terus dilakukan agar pelayanan kepada masyarakat maksimal,” tambahnya.
BBWS NT II juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama perjalanan mudik, terutama dengan memperhatikan kondisi cuaca yang berpotensi ekstrem.
Pemudik diminta untuk terus memantau informasi resmi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika serta menghindari perjalanan saat curah hujan tinggi.
“Jika terjadi hujan lebat, sebaiknya menunda perjalanan dan mencari tempat aman. Keselamatan adalah prioritas utama,” tegasnya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan Kementerian Pekerjaan Umum melalui posko terpadu dalam menghadapi mudik Lebaran, sekaligus langkah konkret dalam memastikan kesiapan lapangan, baik dari sisi teknis maupun operasional.
Didampingi Kepala Bagian Tata Usaha Kris Lake dan sejumlah pejabat lainnya, peninjauan dilakukan langsung di posko utama Oesao untuk memastikan seluruh sistem berjalan optimal.
Sementara itu, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air menekankan bahwa kesiapan tidak hanya bersifat administratif, tetapi harus ditopang dengan penguasaan kondisi lapangan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Dengan langkah ini, pemerintah berharap arus mudik di NTT dapat berjalan lancar, aman, dan minim gangguan, meskipun dihadapkan pada tantangan cuaca ekstrem.

Tinggalkan Balasan