Wali Kota Kupang Hadiri Dharma Santi 2026,

Kupang – Semangat persaudaraan lintas agama dan budaya kembali terlihat kuat di Kota Kupang. Wali Kota Kupang, Christian Widodo, menghadiri perayaan Dharma Santi Kota Kupang Tahun Saka 1948/2026 Masehi yang berlangsung di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Selasa (26/5).

Mengusung tema “Vasudhaiva Kutumbakam: Satu Bumi, Satu Keluarga; Harmoni Nusantara, Indonesia Maju”, kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat persaudaraan, memperkuat toleransi, dan meneguhkan komitmen bersama dalam menjaga kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Kota Kupang.

Acara dihadiri oleh berbagai tokoh agama, unsur Forkopimda, pimpinan organisasi keagamaan, tokoh masyarakat, serta perwakilan paguyuban daerah yang selama ini menjadi bagian penting dalam merawat kehidupan sosial yang harmonis di ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya dapat hadir bersama umat Hindu di tengah padatnya agenda pemerintahan. Menurutnya, kehadiran dalam Dharma Santi bukan sekadar memenuhi undangan seremonial, tetapi merupakan bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai keberagaman yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat Kota Kupang.

“Kota Kupang dibangun oleh banyak suku, budaya, dan agama. Perbedaan bukanlah penghalang, melainkan kekuatan yang menjadikan kota ini semakin kaya dan semakin kuat,” ujar Wali Kota.

Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada komunitas Hindu dan masyarakat Bali di Kota Kupang yang dinilai telah menunjukkan kontribusi nyata dalam berbagai kegiatan sosial dan budaya, termasuk pada Karnaval Budaya HUT Kota Kupang yang mendapat perhatian luas masyarakat.

Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan budaya menjadi bukti bahwa semangat persatuan dapat tumbuh melalui penghargaan terhadap identitas dan tradisi masing-masing.

Wali Kota menegaskan bahwa harmoni tidak berarti menyeragamkan seluruh perbedaan, melainkan menghadirkan keseimbangan di tengah keberagaman yang ada.

“Harmoni bukan berarti semua harus sama. Harmoni adalah ketika setiap perbedaan dapat berjalan bersama, saling menghormati, saling menguatkan, dan menciptakan kehidupan yang damai bagi semua,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menilai Hari Raya Nyepi mengandung pesan universal yang relevan bagi seluruh umat manusia, yakni pentingnya refleksi diri, pengendalian diri, serta menjaga hubungan yang harmonis dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan hidup.

Pemerintah Kota Kupang, lanjutnya, akan terus berkomitmen mendukung seluruh kegiatan keagamaan sebagai bagian dari upaya memperkuat persatuan dan menjaga stabilitas sosial di daerah.

Sementara itu, Ketua PHDI Kota Kupang, Ari Widjana, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kupang yang telah memberikan dukungan penuh terhadap seluruh rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi, mulai dari Melasti, Tawur Kesanga, pawai ogoh-ogoh, pelaksanaan Nyepi hingga Dharma Santi.

Ia menilai sinergi yang terbangun antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat telah menjadikan Kota Kupang sebagai salah satu daerah dengan tingkat toleransi dan kerukunan antarumat beragama yang sangat baik.

“Atas nama umat Hindu Kota Kupang, kami menyampaikan terima kasih atas dukungan dan perhatian Pemerintah Kota Kupang sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan aman, lancar, dan penuh makna,” ujarnya.

Dharma Santi 2026 berlangsung dalam suasana hangat, penuh kekeluargaan, dan diwarnai semangat persaudaraan lintas iman. Momen tersebut menjadi simbol kuat bahwa Kota Kupang terus tumbuh sebagai rumah bersama bagi seluruh warganya, tanpa memandang latar belakang suku, agama, maupun budaya.

Di tengah berbagai tantangan kehidupan berbangsa, Kota Kupang kembali menunjukkan bahwa toleransi bukan sekadar slogan, melainkan nilai hidup yang nyata. Dari Kota Karang, pesan persatuan itu kembali bergema: keberagaman adalah kekuatan, dan harmoni adalah jalan menuju Indonesia yang maju, damai, dan sejahtera.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *