Kupang,— Semangat kolaborasi menjaga lingkungan kembali digaungkan Pemerintah Kota Kupang bersama Balai Besar Wilayah Sungai Nusa Tenggara II melalui kegiatan bersih-bersih Sungai Dendeng, Jumat pagi. Kegiatan tersebut menjadi simbol kuat komitmen bersama dalam menyelamatkan sungai dari ancaman sampah dan kerusakan lingkungan yang semakin mengkhawatirkan.
Mewakili Wali Kota Kupang, Asisten I Setda Kota Kupang, Hengky Malelak menyampaikan permohonan maaf karena Wali Kota tidak dapat hadir lantaran menghadiri agenda penerimaan LHP di BPK terkait laporan keuangan Pemerintah Kota Kupang tahun sebelumnya.
Dalam sambutannya, Hengky menegaskan bahwa kegiatan bersih sungai bukan sekadar aksi seremonial mengangkat sampah, tetapi menjadi gerakan moral untuk memperbaiki hubungan manusia dengan lingkungan.
“Sungai bukan tempat pembuangan sampah. Sungai adalah urat nadi kehidupan kota. Dari sungai air mengalir dan dari air kehidupan tumbuh. Ketika sungai rusak, maka sesungguhnya yang terancam adalah masa depan kita,” tegasnya.
Ia mengungkapkan, persoalan sampah yang menumpuk di aliran sungai hingga pesisir pantai kini mulai berdampak pada kehidupan masyarakat, termasuk nelayan. Menurutnya, para nelayan mengeluhkan hasil tangkapan yang semakin sulit diperoleh karena kawasan pesisir tercemar sampah sehingga mereka harus melaut lebih jauh.
“Kita sering lupa bahwa apa yang kita buang hari ini bisa menjadi beban bagi anak cucu kita di masa depan. Kita tidak mewarisi bumi dari nenek moyang, tetapi meminjamnya dari anak cucu kita,” ujarnya.
Pemerintah Kota Kupang, lanjut Hengky, saat ini terus mendorong pembangunan kota yang bersih, sehat, nyaman dan berkelanjutan. Karena itu, dukungan seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan, mulai dari pemerintah, komunitas, dunia usaha, tokoh agama, generasi muda hingga warga yang tinggal di bantaran sungai.
Ia juga meminta para camat dan lurah di sepanjang aliran sungai untuk aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga kebersihan lingkungan secara konsisten.
“Perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang dilakukan terus-menerus. Hari ini mungkin kita hanya membersihkan sampah dan memotong rumput di bantaran sungai, tetapi sejatinya kita sedang menanamkan kesadaran bagi generasi muda tentang arti mencintai Kota Kupang,” katanya.
Menurutnya, menjaga kebersihan sungai merupakan syarat utama apabila Kota Kupang ingin menjadi kota yang sehat, nyaman dan layak huni di masa depan.
Kegiatan gotong royong tersebut mendapat apresiasi luas karena dinilai menjadi contoh nyata sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga ekosistem perkotaan.
Momentum itu sekaligus mempertegas bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak boleh berhenti sebagai seremoni tahunan, melainkan harus menjadi gerakan bersama yang hidup dalam keseharian warga.
“Mari jadikan Kota Kupang sebagai rumah bersama yang maju, mandiri dan berkelanjutan,” tutup Hengky Malelak disambut tepuk tangan peserta kegiatan.

Tinggalkan Balasan