Kupang,– Sebanyak 72 wisudawan Angkatan ke-22 Program Studi Manajemen jenjang Strata Satu (S1) Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIM) Kupang resmi diwisuda dalam Rapat Senat Terbuka yang digelar di Aston Hotel Kupang pada Jumat, 18 April 2026.
Prosesi wisuda berlangsung penuh khidmat dan semangat, dibuka langsung oleh Ketua STIM Kupang, Dr. Adrianus Aluman, bersama jajaran wakil ketua, berdasarkan Surat Keputusan Ketua STIM Nomor 012/Kep/STIM/SI/2026 tentang penetapan kelulusan mahasiswa Program Studi Manajemen.
Dalam sambutannya, Dr. Adrianus menegaskan komitmen STIM Kupang sebagai institusi pendidikan tinggi untuk tidak hanya mencetak lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, etika, dan tanggung jawab sosial.
“Wisuda bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal dari babak baru. Dunia kerja menuntut kemampuan adaptasi, kreativitas, inovasi, serta integritas dalam setiap langkah,” tegasnya.
Ia juga mendorong para lulusan untuk menjadi agen perubahan yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya di Nusa Tenggara Timur.
Pesan Strategis untuk Lulusan
Acara ini turut dihadiri perwakilan pemerintah daerah serta LLDIKTI Wilayah XV yang diwakili oleh Jasinta Florentina Pabha Swan.
Dalam sambutan Ketua LLDIKTI Wilayah XV yang dibacakan, ditegaskan bahwa kelulusan bukan sekadar pencapaian akademik, melainkan perubahan peran dari pembelajar menjadi pengelola masa depan.
Tiga pesan penting disampaikan kepada para lulusan:
Menjadi pengambil keputusan yang tepat
Membangun kepercayaan sebagai modal utama dalam organisasi
Menciptakan nilai, bukan sekadar menjalankan aktivitas
Selain itu, lulusan juga didorong untuk mampu beradaptasi di tengah dunia yang berubah cepat serta menjalin sinergi dengan dunia usaha, industri, dan pemerintah.
Suara Wisudawan: “Kami Disatukan oleh Proses”
Mewakili para wisudawan, Mardila Kebkole menyampaikan refleksi mendalam tentang perjalanan mereka.
“Hari ini adalah pertemuan dari berbagai cerita. Ada di antara kami yang sudah lebih dulu masuk dunia kerja dan belajar tentang tekanan, tanggung jawab, serta arti profesionalisme,” ungkapnya.
Ia menekankan bahwa kelulusan bukan hanya soal gelar, tetapi juga tentang sikap, karakter, dan cara memperlakukan sesama.
“Kami disatukan oleh satu hal: proses,” tegasnya.
Mardila juga berharap STIM Kupang terus berkembang menjadi institusi yang terbuka terhadap kritik dan menjadikan setiap masukan sebagai pijakan untuk berbenah dan maju.
Suasana wisuda semakin semarak dengan penampilan paduan suara Sanjose Choir yang membawakan lagu-lagu penuh inspirasi dan mendapat apresiasi meriah dari para hadirin.
Kehadiran perwakilan pemerintah dan pemangku kepentingan pendidikan menunjukkan dukungan kuat terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di NTT.
Wisuda ini menjadi momentum penting bagi lahirnya generasi muda yang siap berkontribusi di tengah tantangan global. Dengan bekal ilmu, karakter, dan semangat pelayanan, para lulusan STIM Kupang diharapkan mampu mengelola potensi daerah dan menciptakan perubahan nyata.
Di tengah dinamika dunia yang semakin kompleks, satu pesan menjadi benang merah: keberhasilan bukan hanya tentang pencapaian pribadi, tetapi tentang seberapa besar dampak yang bisa diberikan bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan