Kupang,– Semangat, keberanian, dan harmoni mewarnai pembukaan Lomba Paduan Suara Antar Pelajar se-Kota Kupang Tahun 2026 yang resmi dibuka oleh Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis, di Hotel Aston Kupang, Selasa (14/4/2026).
Ajang bergengsi ini menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-140 Kota Kupang sekaligus Hari Jadi ke-30 sebagai daerah otonom. Lebih dari sekadar kompetisi, kegiatan ini menjelma menjadi ruang ekspresi dan pembentukan karakter bagi generasi muda.
Dalam sambutannya, Serena menegaskan bahwa paduan suara bukan hanya soal teknik vokal, tetapi juga tentang kebersamaan dan keberanian tampil.
“Hari ini kita hadir bukan sekadar untuk lomba, tetapi ini adalah panggung kebersamaan, panggung keberanian, dan panggung untuk mengekspresikan potensi terbaik anak-anak Kota Kupang. Keindahan tidak lahir dari satu suara saja, tetapi dari banyak suara yang berpadu menjadi harmoni,” ujarnya.
Ia juga memberi pesan kuat kepada para peserta agar tidak terjebak pada hasil akhir semata. Menurutnya, keberanian tampil di depan publik sudah merupakan sebuah prestasi besar.
“Jangan takut salah dan jangan takut tidak sempurna. Pulanglah dengan pengalaman, persahabatan, dan rasa bangga,” tambahnya.
Ribuan Peserta, Antusiasme Luar Biasa
Lomba tahun ini mencatat partisipasi luar biasa dengan total 3.875 pelajar yang tergabung dalam 155 tim. Rinciannya, 119 tim dari tingkat SD/MI dan 36 tim dari SMP/MTs. Kompetisi akan berlangsung selama empat hari, mulai 14 hingga 17 April 2026.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Ernest Soleman Ludji, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin yang menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam mengembangkan potensi non-akademik siswa.
“Pemerintah hadir untuk memastikan anak-anak tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki ruang untuk berkembang dalam seni dan budaya,” ujarnya.
Ketua panitia yang juga Kepala Bidang Kebudayaan, Serlin Marlis Tiro, menjelaskan bahwa lomba ini dirancang sebagai wadah kompetisi yang sehat sekaligus sarana pendidikan karakter.
“Ini bukan hanya lomba, tetapi proses pembentukan karakter, kreativitas, dan kecintaan terhadap budaya lokal,” jelasnya.
Menariknya, dalam ajang ini juga diperkenalkan lagu “Menuju Kupang Sejahtera” yang memuat delapan program prioritas pemerintah daerah. Lagu tersebut diharapkan menjadi media edukatif yang menanamkan nilai cinta daerah sejak dini.
Para peserta memperebutkan piala bergilir Wali Kota Kupang, trofi, piagam penghargaan, serta total hadiah sebesar Rp67 juta. Namun lebih dari itu, ajang ini dinilai sebagai investasi jangka panjang dalam mencetak generasi muda yang berkarakter, kreatif, dan berdaya saing.
Menuju Kupang yang Harmonis dan Berdaya
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Kupang menegaskan komitmennya dalam membangun sumber daya manusia yang unggul.
Tidak hanya berprestasi, tetapi juga mampu hidup dalam harmoni dan kebersamaan.
Lomba paduan suara ini menjadi simbol bahwa masa depan kota tidak hanya dibangun oleh kebijakan, tetapi juga oleh suara-suara muda yang bersatu dalam semangat yang sama: membangun Kupang yang maju, mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan