Kupang, – Air mata haru Ofra Tino (30) berderai saat menceritakan perjuangannya melawan penyakit komplikasi yang diderita putrinya, Jevania Tino (4). Dua tahun lalu, vonis dokter bagai petir di siang bolong: tuberkulosis (TB), jantung bocor, dan pembengkakan kelenjar getah bening. Bayangan kehilangan anak terkasih menghantui hari-harinya. Namun, di balik kepiluan itu, tersimpan kisah inspiratif tentang kekuatan doa, kegigihan seorang ibu, dan sentuhan kemanusiaan dari Yayasan Berbagi Kasih Mulia (YBKM).
Jevania, yang baru berusia dua tahun saat itu, harus menjalani serangkaian operasi. Setiap hari adalah pertarungan melawan waktu dan penyakit. Ofra tak pernah lelah berdoa, memohon keajaiban dari Yang Maha Kuasa. Di tengah keterbatasan ekonomi, YBKM hadir sebagai seberkas cahaya harapan. Bantuan YBKM memberikan dukungan medis dan moril yang sangat berarti bagi Ofra dan Jevania.
“Saya sangat bersyukur kepada Tuhan dan YBKM. Berkat bantuan mereka, Jevania bisa sembuh seperti sekarang,” ujar Ofra, suaranya bergetar menahan haru. Kini, Jevania telah pulih sepenuhnya. Senyum ceria kembali menghiasi wajah mungilnya, menggantikan bayangan penyakit yang pernah menyelimuti hidupnya.

Dua tahun setelah pulihnya Jevania, Ofra memutuskan untuk bergabung dengan YBKM. Ia ingin membalas kebaikan yang telah diterimanya dengan menularkan semangat kemanusiaan kepada orang lain. Pengalaman pahitnya menjadi motivasi kuat untuk terus berjuang membantu mereka yang membutuhkan.
Matahari sore mulai tenggelam di ufuk barat, meninggalkan langit jingga yang memikat. Di beranda rumah YBKM yang sederhana, Ofra Tino menarik napas panjang. Di pangkuannya, Jevania, putrinya yang kini sehat dan ceria, asyik bermain dengan mobil mainan kesayangannya. Kenangan pahit dua tahun lalu masih terasa begitu nyata, namun kini bercampur dengan rasa syukur yang mendalam.
“Dulu, rasanya dunia serasa runtuh,” Ofra memulai ceritanya, suaranya pelan penuh haru. “Jevania sakit komplikasi Tuberkulosis, jantung bocor, kelenjar getah bening membengkak… Dokter bilang kondisinya kritis. Sebagai ibu, hati saya hancur. Bayangan kehilangan anak tercinta menghantui setiap detik.”
Air mata mulai menggenang di pelupuk matanya, namun Ofra segera menghapusnya dengan punggung tangan. Ia melanjutkan ceritanya dengan suara yang sedikit bergetar. “Kami tak punya banyak uang. Biaya pengobatan sangat mahal. Kami sudah berusaha sekuat tenaga, meminjam sana-sini, tapi tetap saja terasa kurang. Rasa putus asa mencengkeram hati saya. Saya merasa sendirian, terhimpit masalah tanpa ujung.”
Saat itulah, kata Ofra, YBKM hadir bagai sebuah keajaiban. “Seseorang dari YBKM datang ke rumah sakit. Mereka mendengar cerita saya, dan tanpa ragu, mereka menawarkan bantuan. Bukan hanya bantuan finansial, tapi juga dukungan moral yang luar biasa. Mereka membantu kami mengurus administrasi rumah sakit, mendampingi kami selama Jevania Tino (4) dirawat, dan selalu ada untuk memberikan semangat.”
Ofra terdiam sejenak, mengingat kembali kebaikan-kebaikan yang telah diterimanya. “YBKM… Yayasan ini luar biasa kuat, menurut saya. Kemampuan mereka untuk membantu dan melayani begitu banyak orang, terutama mereka yang sedang putus asa karena kekurangan biaya saat sakit… sungguh menakjubkan. Mereka seperti malaikat yang dikirim Tuhan untuk menyelamatkan kami.”
Ia menceritakan bagaimana YBKM membantu meringankan beban biaya pengobatan Jevania, bagaimana mereka selalu sigap merespon kebutuhan keluarga, dan bagaimana mereka memberikan dukungan psikologis yang sangat berarti. “Bukan hanya uang, yang saya dapatkan. YBKM memberi saya harapan, kekuatan untuk tetap tegar, dan keyakinan bahwa saya tidak sendirian dalam menghadapi cobaan ini.”
“Sekarang Jevania sudah sehat. Dia bisa bermain, berlari, tertawa seperti anak-anak lainnya. Semua itu berkat Tuhan dan bantuan YBKM. Saya tak akan pernah bisa membalas kebaikan mereka. Oleh karena itu, saya memutuskan untuk bergabung dengan YBKM. Saya ingin berbagi kebaikan, memberikan bantuan kepada orang lain yang mungkin sedang mengalami kesulitan seperti yang pernah saya alami. Saya ingin menjadi bagian dari yayasan yang luar biasa ini, yayasan yang telah menyelamatkan hidup anak saya, dan telah mengubah hidup saya selamanya.” Ofra tersenyum.
“Saya ingin berbagi kisah saya, agar orang lain tidak putus asa menghadapi cobaan hidup. YBKM telah mengajarkan saya arti kekuatan dan keberanian,” kata Ofra dengan teguh. Kisah Ofra bukan hanya sebuah cerita kesembuhan, melainkan juga suatu testimoni tentang kekuatan cinta ibu dan pengaruh nyata lembaga kemanusiaan seperti YBKM dalam menciptakan perubahan positif di masyarakat. Kisah ini menginspirasi kita semua untuk terus menebar kebaikan dan memberikan harapan bagi mereka yang kurang beruntung.

Tinggalkan Balasan