Panas! Suksesi Rektor Undana 2025 Dimulai, Empat Nama Kuat Muncul di Bursa Pemilihan

Kupang, – Babak baru dalam kepemimpinan Universitas Nusa Cendana (Undana) segera dimulai! Masa jabatan Rektor Undana, Prof. Max Sanam, akan segera berakhir tahun ini, dan arena pemilihan rektor baru pun mulai memanas. Jika tak ada aral melintang, panitia pemilihan Rektor Undana akan dibentuk pada akhir Maret 2025, menandai dimulainya suksesi kepemimpinan di universitas bergengsi ini.

Prof. Paul Tamelan, Wakil Rektor II Undana, mengonfirmasi bahwa tahapan pemilihan akan berlangsung secara bertahap. Pendaftaran calon Rektor dibuka pada Juni 2025, pemilihan dijadwalkan pada September, dan pelantikan Rektor baru akan berlangsung pada Desember 2025.

“Kami sedang menunggu regulasi terbaru dari Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Namun, sesuai aturan yang ada, calon Rektor harus berusia di bawah 60 tahun dan pemilihannya masih melibatkan Senat Undana yang berjumlah sekitar 70 orang,” ujar Prof. Paul.

Empat Nama Muncul, Persaingan Diprediksi Ketat

Bursa pemilihan mulai menghangat dengan munculnya empat nama kuat yang digadang-gadang siap bertarung:

1. Prof. Apris Adu – Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat, dikenal sebagai akademisi progresif dengan visi penguatan riset kesehatan dan kolaborasi global.

2. Prof. Jefri Bale – Wakil Rektor IV, figur berpengalaman dalam urusan kelembagaan, punya rekam jejak diplomasi akademik yang kuat.

3. Prof. Melky Taneo – Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, dikenal sebagai inovator pendidikan dengan gagasan transformasi kurikulum digital.

4. Prof. Philipi de Rozari – Fakultas Sains dan Teknologi, ilmuwan dengan reputasi tinggi dalam penelitian berbasis teknologi berkelanjutan.

 

Kompetisi ini diprediksi akan berlangsung sengit. Undana, yang baru saja mendapatkan akreditasi unggul, membutuhkan pemimpin dengan visi kuat untuk membawa kampus ini ke level yang lebih tinggi di kancah nasional maupun internasional.

Dalam suasana yang semakin dinamis ini, Prof. Paul mengingatkan pentingnya menjaga iklim akademik tetap kondusif.

“Siapa pun yang terpilih, kita tetap di Undana. Yang penting adalah bagaimana kita bersama-sama mendukung demi kemajuan kampus ini,” ungkapnya.

Proses ini bukan sekadar pergantian kepemimpinan, tetapi pertaruhan masa depan Undana.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *