Bank NTT Jadi Penggerak Gerakan Menabung 200 Ribu Pelajar, Gubernur Melki Minta Berkelanjutan

Kupang,— Bank NTT memperkuat perannya sebagai motor penggerak literasi dan inklusi keuangan di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bersama Pemerintah Provinsi NTT dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank NTT menargetkan 200 ribu pelajar di seluruh NTT ikut dalam gerakan menabung pada momentum Hari Indonesia Menabung (HIM) 2026.

Target besar tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kebiasaan finansial yang sehat sejak usia sekolah sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan perbankan.

Komitmen itu mengemuka saat jajaran OJK NTT dan Bank NTT melakukan audiensi dengan Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, di ruang kerja Gubernur, Senin (10/8/2026).

Dalam pertemuan tersebut hadir Kepala OJK NTT Yan Jimmy Hendrik Simarmata dan Direktur Dana dan Treasury Bank NTT Heru Helbianto, bersama jajaran OJK dan Bank NTT.

Bank NTT Dorong Budaya Menabung Sejak Bangku Sekolah

Kepala OJK NTT Yan Jimmy Hendrik Simarmata mengatakan, sasaran 200 ribu pelajar tidak boleh dipandang hanya sebagai capaian kuantitatif.

Menurutnya, gerakan tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk membentuk generasi muda NTT yang memahami pengelolaan keuangan sejak dini.

“Target tersebut bukan sekadar angka, tetapi merupakan komitmen bersama untuk membentuk generasi muda NTT yang mampu mengenal, memahami, dan mengelola keuangan secara bijak,” ujarnya.

Dalam konteks tersebut, Bank NTT memiliki posisi penting karena keberadaan jaringan dan layanan perbankan daerah dapat menjadi jembatan untuk mendekatkan edukasi sekaligus akses keuangan kepada masyarakat, termasuk pelajar.

Gerakan menabung diharapkan tidak berhenti pada pembukaan rekening atau aktivitas menabung sesaat, tetapi berkembang menjadi kebiasaan yang dilakukan secara konsisten.

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan, program Hari Indonesia Menabung harus menghasilkan perubahan perilaku di kalangan pelajar.

“Saya berharap kegiatan ini tidak sekadar seremoni, tetapi harus ditindaklanjuti agar anak-anak kita memiliki kebiasaan menabung sejak dini,” tegas Melki.

Menurutnya, ukuran keberhasilan program bukan hanya berdasarkan jumlah pelajar yang terlibat, tetapi juga sejauh mana budaya menabung benar-benar tumbuh di lingkungan sekolah dan keluarga.

Gerakan tersebut diharapkan membentuk karakter generasi muda NTT yang disiplin, mampu membedakan kebutuhan dan keinginan, menghargai nilai uang, serta memiliki kemampuan merencanakan masa depan.

Bank NTT dan Literasi Keuangan Jadi Kunci

Penguatan literasi keuangan dinilai semakin penting di tengah perubahan pola transaksi dan semakin luasnya penggunaan layanan keuangan digital.

Pelajar perlu dibekali pemahaman mengenai cara mengelola uang, menyusun kebutuhan, menabung, serta menggunakan produk dan layanan keuangan secara bertanggung jawab.

Di sinilah Bank NTT diharapkan tidak hanya hadir sebagai lembaga intermediasi keuangan, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem pendidikan finansial masyarakat NTT.

Keterlibatan Bank NTT dalam gerakan Hari Indonesia Menabung menjadi peluang untuk memperkuat hubungan antara dunia perbankan, satuan pendidikan, keluarga, dan generasi muda.

Jika dilakukan secara konsisten, budaya menabung sejak sekolah dapat menjadi fondasi terbentuknya masyarakat NTT yang semakin bankable, inklusif, dan mandiri secara finansial.

Menjangkau 22 Kabupaten/Kota
Pemprov NTT bersama OJK dan Bank NTT juga mendorong agar pelaksanaan Hari Indonesia Menabung menjangkau seluruh wilayah NTT.

Program dirancang secara hybrid di 22 kabupaten/kota, sehingga semangat menabung dapat menjangkau pelajar di wilayah perkotaan maupun daerah yang memiliki tantangan geografis dan keterbatasan akses layanan keuangan.

Kolaborasi antara Pemprov NTT, Bank NTT, OJK, pemerintah kabupaten/kota, sekolah, guru, orang tua, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi faktor penting untuk memastikan program tidak berhenti sebagai kegiatan tahunan.

Lebih dari sekadar mengejar angka 200 ribu pelajar, gerakan ini diarahkan untuk membangun budaya finansial baru di NTT: menabung sejak muda, memahami keuangan, dan merencanakan masa depan.

Bagi Bank NTT, momentum Hari Indonesia Menabung 2026 menjadi bagian penting dari penguatan peran bank milik daerah tersebut dalam memperluas inklusi keuangan sekaligus menyiapkan generasi muda NTT yang semakin cakap mengelola keuangan.

Turut mendampingi Gubernur dalam audiensi tersebut, Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi NTT Lerry Lupidara serta Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Selvi Nange.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *